Biografi Al-Farabi

Biografi Al-Farabi

       Al-farabi adalah ilmuan dan filosof Islam ia juga dikenal dengan nama Abu Nasir Al-farabi dalam beberapa sumber ia dikenal sebagai Abu Nasr Muhammad Bin Muhammad Ibn Tarkhan Ibn Uzalah Al-farabi, ia juga dikenal didunia Barat sebagai Alphaarabius, Al-farabi, farabi dan Abu Nasr terlahir di daerah farab, kaazakhstan tahun 257 H/870 M.[1]

       Al-farabi berpakaian rapi sejak kecil. Ayahnya seorang obsir tentara turki keturunan Persia, sedangkan ibunya berdarah turki asli. Sejak dini ia digambarkan memiliki kecerdasan istimewa dan bakat besar untuk menguasai hampir setiap subjek yang dipelajari. Pada masa awal pendidikannya ini, al-farabi belajar al-Qur’an, tata bahasa kesustraan, ilmu-ilmu agama (fiqh, tafsir, dan ilmu hadist), dan aritmatika dasar.

       Al-farabi mudah mempelajari ilmu-ilmu islam dan musik di bukhara, dan tinggal di Kazakhstan sampai umur 50. Ia pergi ke Baghdad untuk menuntut ilmu disana selama 20 tahun. Setelah kurang lebih 10 tahun tinggal di Baghdad, yaitu kira-kira pada tahun 920 M, al-farabi kemudian menggembara dikota Harran yang terletak di Utara Sria, dimana saat itu Harran merupakan pusat kebudayaan Yunani di Asia kecil. Ia kemudian belajar Filsafat dari Filusuf kristen terkenal yang bernama Yuhana Bin Jilat. Tahun 940 M, al-farabi melanjutkan pengembaraannya ke Damaskus dan bertemu dengan Syaf Al-Daula Al-Hamdanid, kepala daerah (distrik) Aleppo, yang dikenal sebagai simapatisan para Imam Syi’ah. Kemudian Al-farabi wafat di Damaskus pada usia 80 tahun (rajab 339 H/Desember 950 M) pada masa pemerintahan khalifah Al-Muthi’ (masih dinasti Abbasiyah).[2]

       Al-farabi adalah seorang komentator filsafat Yunani yang ulung di dunia Islam. Meskipun kemungkinan besar ia tidak bisa berbahasa yunani, ia mengenal para filusuf Yunani: Plato, Aristoteles dan Plotinus dengan baik. Kontribusinya terletak di berbagai bidang seperti Matematika, Filosofi, pengobatan, bahkan musik. Al-farabi telah menulis berbagai buku tentang sosiologi dan sebuah buku penting dalam bidang musik, kitab Al-Musiqa. Selain itu, ia juga dapat memainkan dan telah menciptakan berbagai alt musik.

sumber :