MATARAM BUDHA – WANGSA SYAILENDRA (752 M)

MATARAM BUDHA - WANGSA SYAILENDRA (752 M)

MATARAM BUDHA – WANGSA SYAILENDRA (752 M)

MATARAM BUDHA - WANGSA SYAILENDRA (752 M)
MATARAM BUDHA – WANGSA SYAILENDRA (752 M)

 

1. Sejarah dan Lokasi

Syailendra yakni wangsa atau dinasti Kerajaan Mataram Kuno yang beragama Budha. Wangsa Syailendra di Medang, daerah Jawa Tengah belahan selatan. Wangsa ini berkuasa semenjak tahun 752 M dan hidup berdampingan dengan Wangsa Sanjaya.

2. Sumber Sejarah

Nama Syailendra pertama kali dijumpai dalam Prasasti Kalasan yang berangka tahun 778 M. Ada beberapa sumber yang menyebutkan asal-usul keluarga Syailendra, Yaitu :

Sumber India

Nilakanta Sastri dan Moes yang berasal dari India dan menetap di Palembang menyatakah bahwa pada tahun 683 M

keluarga Syailendra melarikan diri ke Jawa lantaran terdesak oleh Dapunta Hyan.

Sumber Funan

Codes beranggapan bahwa Syailendra yang ada di Nusantara berasal dari Funan (Kamboja). Kerusuhan yang terjadi di Funan mengakibatkan keluarga Kerajaan Funan menyingkir ke Jawa dan menjadi penguasa di Mataram pada masa ke-8 M dengan memakai nama Syailendra.

Sumber Jawa

Menurut Purbatjaraka, Keluarga Syailendra yakni keturunan dari Wangsa Sanjaya di era pemerintahan Rakai Panangkaran. Raja-raja dari keluarga Sayilendra yakni orisinil dari Nusantara semenjak Rakai Panangkaran berpindah agama menjadi penganut agama Budha Mahayana. Pendapatnya tersebut menurut Carita Parahiyangan yang menyebutkan bahwa Sanjaya menyerahkan kekuasaanya di Jawa Barat kepada puteranya dari Tejakencana, yaitu Rakai Tamperan atau Rakeyan Panambaran dan memintanya untuk berpindah agama.

Selain dari teori tersebut di atas sanggup dilihat dari beberapa Prasasti yang ditemukan, Yaitu :

Prasasti Sojomerto

Prasasti yang berasal dari pertengahan masa ke-7 itu berbahasa Melayu Kuno di desa Sojomerto, Kabupaten pekalongan yang menjelaskan bahwa Dapunta Syailendra yakni penganut agamat Siwa

Prasasti Kalasan

Prasasti yang berangka tahun 778 M merupakan prasasti peninggala Wangsa Sanjaya. Prasasti ini menceritakan wacana pendirian Candi Kalasan oleh Rakai Panagkaran atas undangan keluarga Syailendra serta sebagai penghadiahan desa Kalasan untuk umat Budha.

Prasasti Klurak

Prasasti yang berangka tahun 782 M, di daerah Prambanan menyebutkan wacana pembuatan Arca Manjusri yang merupakan perwujudan Sang Budha, Wisnu dan Sanggha. Prasasti ini juga menyebutkan nama raja yang berkuasa ketika Itu yang berjulukan Raja Indra.

Prasasti Ratu Boko

Prasasti berangka tahun 865 M menyebutkan wacana kekalahan Raja Balaputra Dewa dalam perang saudara melawan kakaknya Pradhowardhani dan melarikan diri ke Palembang.

Nama Syailendra juga muncul dalam Prasasti Klurak (782 M) “Syailendrawansantilakena”, Prasasti Abhayagiriwihara (792 M) “Dharmmatunggadewasyasailendra”, Prasasti Kayumwunan (824 M) “Syailendrawansatilaka”.

Baca Juga: 

Kehidupan Politik, Ekonomi, Budaya dan Sosial Kerajaan Mataram

Kehidupan Politik, Ekonomi, Budaya dan Sosial Kerajaan Mataram 

Kehidupan Politik, Ekonomi, Budaya dan Sosial Kerajaan Mataram

Kehidupan Politik, Ekonomi, Budaya dan Sosial Kerajaan Mataram 
Kehidupan Politik, Ekonomi, Budaya dan Sosial Kerajaan Mataram

1. Sri Maharaja Rakai Pikatan (840 – 856 M)

Dinasti Sanjaya mengalami masa gemilang pada masa pemerintahan Rakai Pikatan. Dalam Prasasti Tulang Air di Candi Perut (850 M) menyebutkan bahwa Rakai Pikatan yang bergelar Ratu mencapai masa kemakmuran dan kemajuan. Pada masa pemerintahannya, pasukan Balaputera Dewa menyerang wilayah kekuasaannya. Namun Rakai Pikatan tetap mempertahankan kedaulatan negerinya dan bahkan pasukan Balaputera Dewa sanggup dipukul mundur dan melarikan diri ke Palembang.

Pada zaman Rakai Pikatan inilah dibangunnya Candi Prambanan dan Candi Roro Jonggrang. Pembuatan Candi tersebut terdapat dalam prasasti Siwagraha yang berangka tahun 856 M. Rakai Pikatan populer dengan konsepnya Wasesa Tri Dharma yang berarti tiga sifat yang mempengaruhi kehidupan manusia.

2. Sri Maharaja Rakai Kayuwangi (856 – 882 M)

Prasasti Siwagraha menyebutkan bahwa Sri Maharaja Rakai Kayuwangi mempunyai gelar Sang Prabu Dyah Lokapala. Tugas utamanya yaitu memakmurkan, mencerdaskan, dan melindungi keselamatan warga negaranya.

Pada masa pemerintahannya, Rakai Kayuwangi menuturkan bahwa ada enam alat untuk mencari ilmu, yaitu :
1. Bersungguh-sungguh tidak gentar
Semua tutur kata dan kecerdikan bahasa dilakukan dengan baik, selaras dan menyatu.
2. Bertenggang rasa
Memperhatikan sikap yang kurang baik dengan kebenaran.
3. Ulah pikiran
Menimbang-nimbang dengan memperhatikan tujuan kemampuan dan kemauan yang diterapkan harus atas pemikiran yang tepat.
4. Penerapan pemikiran
Dalam setiap melaksanakan kehendak harus dipertimbangkan, jangan hingga tergesa-gesa. Jangan melupakan pemikiran terdahulu, pemikiran masa kini perlu untuk diketahui
5. Kemauan
Sanggup sehidup semati, mematikan keinginan dan membersihkan diri. Dalam kata lain, tekad dan niat harus dilakukan dantidak segan-segan dalam melaksanakan pekerjaan
6. Menguasai aneka macam bahasa
Memahami semua bahasa biar bisa mengatasi perhubungan serta bisa mengakrabi siapa saja.

3. Sri Maharaja Rakai Watuhumalang (882 – 899 M)

Sri Maharaja Rakai Watuhumalang mempunyai prinsip dalam menjalankan pemerintahannya. Prinsip yang dipegangnya adalah Tri Parama Arta yang berarti tiga perbuatan untuk mengusahakan kesejahteraan dan kebahagiaan orang lain.

Tri Parama Arta terdiri dari :
1. Cinta Kasih, mencintai dan mengasihi sesama makhluk sebagaimana mengasihi diri sendiri.
2. Punian, perwujudan cinta kasih dengan saling tolong menolong dengan memperlihatkan sesuatu yang dimiliki secara ikhlas.
3. Bakti, perwujudan hati nurani berupa cinta kasih dan sujud Tuhan, orang tua, guru dan pemerintah.

4. Sri Maharaja Watukumara Dyah Balitung (898 – 915 M)

Pada masa pemerintahannya dia mempunyai seorang teknokrat intelektual yang handal berjulukan Daksottama.

Pemikirannya mempengaruhi gagasan Sang Prabu Dyah Balitung. Masa pemerintahannya menjadi masa keemasan bagi Wangsa Sanjaya. Sang Prabu aktif mengolah cipta karya untuk menyebarkan kemajuan masyarakatnya. Dalam mengolah cipta karya, tahun 907 Dyah Balitung membuat Prasasti Kedu atau Metyasih yang berisikan nama-nama raja Kerajaan Mataram Wangsa Sanjaya. Serta menjelaskan bahwa pertunjukan wayang (mengambil lakon Bima di masa muda) untuk keperluan upacara telah dikenal pada masa itu.

5. Sri Maharaja Rakai Daksottama (915 – 919 M)

Daksottama yang berarti sorang pemimpin yang utama dan istimewa. Pada masa pemerintahan Dyah Balitung, Daksottama dipersiapkan untuk menggantikannya sebagai raja Mataram Hindu.

11.Sri Maharaja Dyah Tulodhong (919 – 921 M)

Rakai Dyah Tulodhong mengabdikan dirinya kepada masyarakat menggantikan kepemimpinan Rakai Daksottama.

Keterangan tersebut termuat dalam Prasasti Poh Galuh yang berangka tahun 809 M. Pada masa pemerintahannya, Dyah

Tulodhong sangat memperhatikan kaum brahmana

6. Sri Maharaja Dyah Wawa ( 921 – 928 M)

Rakai Sumba Dyah Wawa dinobatkan sebagai raja Mataram pada tahun 921 M. Beliau populer sebagai raja yang andal dalam berdiplomasi, sehingga sangat populer dalam kancah politik internasional.

Roda perekonomian pada masa pemerintahannya berjalan dengan pesat. Dalam menjalankan pemerintahannya Dyah Wawa mempunyai visi Tri Rena Tata yang berarti tiga hutang yang dimiliki manusia. Pertama hutang kepada Tuhan yang menciptakannya, Kedua hutang jasa kepada leluhur yang telah melahirkannya. Dan ketiga, hutang ilmu kepada guru yang telah mengajarkannya.

7. Sri Maharaja Rakai Empu Sendok (929 – 930 M)

Empu Sendok, populer dengan kecerdasan, ketangkasan, kejujuran dan kecakapannya. Manajemen dan Akuntansi dikuasai, psikologi diperhatikan.

Sumber: https://www.pendidik.co.id/12-hukum-bacaan-tajwid-beserta-contohnya-yang-harus-diketahui/

KEHIDUPAN EKONOMI, SOSIAL, POLITIK DAN BUDAYA

KEHIDUPAN EKONOMI, SOSIAL, POLITIK DAN BUDAYA

KEHIDUPAN EKONOMI, SOSIAL, POLITIK DAN BUDAYA

KEHIDUPAN EKONOMI, SOSIAL, POLITIK DAN BUDAYA
KEHIDUPAN EKONOMI, SOSIAL, POLITIK DAN BUDAYA

Dari prasasti Metyasih tersebut, didapatkan nama-nama raja dari Wangsa Sanjaya yang pernah berkuasa, yaitu :

1. Rakai Mataram Sang Ratu Sanjaya (732-760 M)

Masa Sanjaya berkuasa yakni masa-masa pendirian candi-candi siwa di Gunung Dieng. Kesusasteraan tidak menjadi monopoli kelas profesional. Pendidikan puisi merupakan pendidikan yang wajib diikuti oleh umum, terlebih bagi kalangan pegawai istana dan pemuka masyarakat.

Sanjaya memperlihatkan wejangan-wejangan luhur untuk anak cucunya. Apabila sang Raja yang berkuasa memberi perintah, maka dirimu harus berhati-hati dalam tingkah laku, hati selalu setia dan taat mengabdi pada sang raja. Bila melihat gerak lirik raja, tenagkanlah dirimu mendapatkan perintah dan tindakan dan harus menangkap isinya. Bila belum bisa mengadu kemahiran menagkap tindakan, lebih baik duduk bengong dengan hati ditenangkan dan jangan gentar dihadapan sang raja.

Sanjaya selalu menganjurkan perbuatan luhur kepada seluruh punggawa dan prajurit kerajaan. Ada empat macam perbuatan luhur untuk mencapai kehidupan sempurna, yaitu :
· Tresna (Cinta Kasih)
· Gumbira (Bahagia)
· Upeksa (tidak mencampuri urusan orang lain)
· Mitra (Kawan, Sahabat, Saudara atau Teman)

Sri Rakai Mataram Sang Ratu Sanjaya mangkat kira-kira pertengahan masa ke-8 M. Ia digantikan oleh putranya Rakai Panangkaran.

2. Sri Maharaja Rakai Panangkaran (760-780 M)

Rakai Panangkaran yang berarti raja mulia yang berhasil mengambangkan potensi wilayahnya. Rakai Pangkaran berhasil mewujudkan impian ayahandanya, Sri Rakai Mataram Sang Ratu Sanjaya dengan mengambangkan potensi wilayahnya.
Nasehatnya yang populer wacana kebahagiaan hidup manusia yakni :
· Kasuran (Kesaktian)
· Kagunan (Kepandaian)
· Kabegjan (Kekayaan)
· Kabrayan (Banyak Anak Cucu)
· Kasinggihan (Keluhuran)
· Kasyuwan (Panjang Umur)
· Kawidagdan (Keselamatan)

Menurut Prasasti Kalasan, pada masa pemerintahan Rakai Panangkaran dibangun sebuah candi yang berjulukan Candi Tara, yang didalamnya tersimpang patung Dewi Tara. Terletak di Desa Kalasan, dan kini dikenal dengan nama Candi Kalasan.

3. Sri Maharaja Rakai Panaggalan (780-800 M)

Rakai Pananggalan yang berarti raja mulia yang peduli terhadap siklus waktu. Beliau berjasa atas sistem kalender Jawa Kuno. Rakai Panggalan juga memperlihatkan rambu-rambu dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, mirip berikut ini“Keselamatan dunia supaya diusahakan biar tinggi derajatnya. Agar tercapai tujuannya tapi jangan lupa akan tata hidup”

Visi dan Misi Rakai Panggalan yaitu selalu menjunjung tinggi arti penting ilmu pengetahuan. Perwujudan dari visi dan misi tersebut yaitu Catur Guru. Catur berarti empat Guru berarti berat. Makara artinya empat guru yang mempunyai kiprah berat. Catur Guru terdiri dari :
· Guru Sudarma, orang renta yang melairkan manusia.
· Guru Swadaya, Tuhan
· Guru Surasa, Bapak dan Ibu Guru di sekolah
· Guru Wisesa, Pemerintah pembuat undang-undang untuk kepentingan bersama

Pemberian penghormatan dalam bidang pendidikan, maka kesadaran aturan dan pemerintahan di Mataram masa Rakai Pananggalan sanggup diwujudkan.

4. Sri Maharaja Rakai Warak (800-820 M)

Rakai Warak, yang berarti raja mulia yang peduli pada impian luhur. Pada masa pemerintahannya, kehidupan dalam dunia militer berkembang dengan pesat. Berbagai macam senjata diciptakan. Rakai Warak sangat mengutamakan ketertiban yang berlandaskan pada etika dan moral. Saat Rakai Warak berkuasa, ada tiga pesan yang diberikan, yaitu :
1. Kewajiban raja yakni jangan hingga terlena dalam menata, meneliti, menyidik dan melindungi.
2. Pakaian raja yakni menjalankanlah dengan adil dalam memberi eksekusi dan ganjaran kepada yang bersalah dan berjasa.
3. Kekuatan raja yakni bisa mengasuh, merawat, mengayomi dan memberi anugrah.

5. Sri Maharaja Rakai Garung (820-840 M)

Garung mempunyai arti raja mulia yang tahan banting terhadap segala macam rintangan. Demi memakmurkan rakyatnya, Sri Maharaja Rakai Garung bekerja siang hingga malam. Hal ini dilakukan tak lain hanya mengharap keselamatan dunia raya yang diagungkan dalam ajarannya.

Dalam menjalankan pemerintahannya Rakai Garung mempunyai prinsip tri kaya parasada yang berarti tiga sikap insan yang suci. Tri Kaya Parasada yang dimaksud, yaitu :
· Manacika yang berarti berfikir yang baik dan benar.
· Wacika yang berarti berkata yang baik dan benar.
· Kayika yang berarti berbuat yang baik dan benar.

Sumber: https://www.pendidik.co.id/pengertian-kartu-kredit-jenis-ciri-keuntungan-kerugiannya-lengkap/

Menko PMK Serahkan Bantuan 20 Komputer untuk SIKL

Menko PMK Serahkan Bantuan 20 Komputer untuk SIKL

Menko PMK Serahkan Bantuan 20 Komputer untuk SIKL

Menko PMK Serahkan Bantuan 20 Komputer untuk SIKL
Menko PMK Serahkan Bantuan 20 Komputer untuk SIKL

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK)

Puan Maharani melakukan diskusi tentang kesehatan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) dan mengunjungi Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL). Kegiatan ini digelar di sela-sela kunjungan kerja Puan menghadiri pembukaan seminar Kerja Sama Rantau ASEAN dalam memberantas Jenayah Seksual Kanak-Kanak yang dibuka secara resmi oleh Perdana Menteri Malaysia, YAB Dato Sri Mohd Najib Tun Haji Abdul Razak, Senin, 13 Maret 2017 kemarin.

Menko PMK dalam kunjungan itu juga berkesempatan memberikan

sumbangan 20 unit komputer dari Kemdikbud untuk SIKL. “Anak-anak merupakan masa depan suatu bangsa dan suatu bangsa akan menjadi lebih maju manakala anak-anak tersebut mendapatkan kesempatan memperoleh pendidikan secara optimal dengan fasilitas yang sesuai dengan perkembangan zaman,” kata Menko PMK usai menyerahkan bantuan 20 unit perangkat komputer.

“Seperti anak-anak didik di dalam negeri

, para siswa di luar negeri seperti di SIKL ini akan dijamin kualitasnya sebagai upaya menghadirkan negara bagi warganya untuk dapat mengakses pendidikan,” ujarnya.

Puan berharap agar perangkat komputer ini dioptimalkan penggunaannya oleh para siswa dan guru, khususnya untuk memperkaya dan memperdalam informasi dan ilmu pengetahuan apapun yang akan menunjang kegiatan belajar mereka. Menko PMK tidak lupa mengingatkan agar para siswa juga harus pintar memilah-milah informasi dan gambar yang buruk maupun yang baik mengingat perkembangan teknologi informasi selain memiliki dampak yang positif juga dapat membawa efek negatif.

SIKL dirikan sejak tahun 1969 dan saat ini memiliki siswa berjumlah 515 orang, yang tediri dari putra-putri para diplomat Indonesia yang bekerja di Kuala Lumpur, dan semua WNI lainnya yang mengadu nasib di Malaysia itu. Mereka terdiri dari siswa TK, SD sampai SMA.

SIKL juga menjadi pembina rintisan Sekolah Indonesia Johor Bahru yang memiliki 208 siswa putra putri para TKI illegal dan sekolah rintisan di kota lainnya di Malaysia.

 

Baca Juga :

 

 

Kemendikbud Gelar Lomba Jurnalistik Berhadiah Rp226 Juta

Kemendikbud Gelar Lomba Jurnalistik Berhadiah Rp226 Juta

Kemendikbud Gelar Lomba Jurnalistik Berhadiah Rp226 Juta

Kemendikbud Gelar Lomba Jurnalistik Berhadiah Rp226 Juta
Kemendikbud Gelar Lomba Jurnalistik Berhadiah Rp226 Juta

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud)

melalui Direktorat Jenderal Jenderal PAUD dan Pendidikan Masyarakat, Direktorat Pendidikan Keluarga menggelar lomba jurnalistik berhadiah total Rp226 juta. Lomba ini mengangkat ‘Penguatan Peran Keluarga dalam Pendidikan Anak’.

Staf khusus Mendikbud Nasrullah mengatakan, lomba menulis jurnalistik ini dimaksudkan untuk mengajak keterlibatan masyarakat dalam memberikan gagasan inspiratif tentang penguatan pendidikan keluarga.”Lomba diperuntukkan bagi masyarakat umum yang terbagi menjadi tiga kategori, yaitu, feature, opini, dan berita,” kata Nasrullah dalam siaran pers yang diterima SINDOnews, Senin,13 Maret 2017 kemarin.

Untuk dapat mengikuti lomba, lanjut Nasrullah

, para peserta harus mengikuti beberapa ketentuan umum. Di antaranya tulisan asli (bukan plagiat), aktual, bernilai, inovatif, dan bermanfaat. Kemudian, tulisan belum pernah atau sedang diikutsertakan dalam lomba atau kompetisi media jurnalistik lain.

Tulisan yang dilombakan juga bisa diterbitkan di media massa

. Baik di media cetak (koran, tabloid, majalah) serta media online (portal berita yang direkomendasikan oleh dewan pers) dalam periode 6 Februari sampai dengan 19 Juli 2017. “Khusus untuk feature, panjang tulisan maksimal adalah 1.200 kata. Total hadiah yang telah disiapkan oleh pihak panitia mencapai Rp226 Juta untuk tiga kategori yang diperlombakan,” ujarnya.

Nasrullah menuturkan, tulisan yang akan diperlombakan harus diterima panitia paling lambat 21 Juli 2017 mendatang melalui email lombajurnalistik.keluarga@kemdikbud.go.id atau mengirimkannya secara langsung ke panitia lomba jurnalistik, Subdit Kemitraan, Direktorat Pendidikan Keluarga, Gedung C lantai 13, Jalan Jenderal Sudirman, Senayan, Jakarta kode pos 10270.

 

Sumber :

https://portal.iro.unsoed.ac.id/manajemen/manfaat-tumbuhan-paku/

 

Anak Muda Jangan Takut Politik!

Anak Muda Jangan Takut Politik!

Anak Muda Jangan Takut Politik!

Anak Muda Jangan Takut Politik!
Anak Muda Jangan Takut Politik!

Sekretaris Jenderal DPP PAN Eddy Soeparno

menyatakan, anak muda jangan takut dalam berpolitik dan diminta aktif untuk terjun ke dunia politik. Karenanya Eddy Soeparno mengajak anak muda harus aktif dan terjun ke politik, kalau perlu masuk partai politik.

“Jangan takut atau khawatir. Berikan kontribusi politik yang aktif. Mari berpartisipasi aktif untuk memberikan warna dan memperbaiki iklim politik Indonesia,” ungkap Eddy Soeparno dalam Kuliah umum FISIP Universitas Muhammadiyah Cirebon, di Auditorium Kampus 2 UMC Rabu 8 Maret lalu.

Kuliah umum FISIP Universitas Muhammadiyah Cirebon kali ini menghadirkan Sekretaris Jenderal DPP PAN Eddy Soeparno, dengan tema ‘Peran Pemuda dalam Politik’ di Auditorium Kampus 2 UMC (08/3/2017).

Selain Eddy Soeparno, hadir pula Rektor UMC

, Khaerul Wahidin, sebagai pembicara pendamping dalam kuliah umum yang dihadiri oleh ratusan mahasiswa dari berbagai jurusan di UMC.

Dalan sambutannya, Dekan FISIP UMC, Harry Saphari menyambut baik kehadiran Eddy Soeparno sebagai narasumber utama dalam kuliah umum FISIP kali ini.

“Ini ruang ilmiah, ruang yang bisa menghadirkan berbagai tokoh dan kalangan untuk berbagi ilmu dan pengalamannya agar dapat menginspirasi mahasiswa/i di lingkungan UMC,” ungkap Dekan FISIP UMC ini.

Acara dibuka dengan pembacaan puisi ‘Sajak Anak Muda’

karya WS Rendra oleh Nita Amalia, mahasiswi yang aktif berkegiatan di Teater Roempoet. Sajak Anak Muda menjadi kritik bagi para generasi muda hari ini yang tidak berpikir kritis dan kreatif.

Acara kuliah umum dimoderatori Nissa Rengganis, dengan menceritakan latar belakang Eddy Soeparno yang 20 tahun bekerja di dunia perbankan, kemudian tertarik terjun ke dunia politik.

Diskusi ini diawali dengan pertanyaan: bagaimana optimisme Eddy Soeparno yang menilai keterlibatan pemuda dalam politik menjadi angin segar dalam perubahan bangsa. Sementara kita tahu bahwa masyarakat hampir pesimistis dengan politik yang terkesan transaksional belaka.

 

Sumber :

http://ojel.student.umm.ac.id/ciri-ciri-tumbuhan-paku/

Macam Macam Jenis Pelapukan, Contoh, Dan Proses Terjadinya

Macam Macam Jenis Pelapukan, Contoh, Dan Proses Terjadinya

Macam Macam Jenis Pelapukan, Contoh, Dan Proses Terjadinya

Macam Macam Jenis Pelapukan, Contoh, Dan Proses Terjadinya
Macam Macam Jenis Pelapukan, Contoh, Dan Proses Terjadinya

Tanah terbentuk dari proses pelapukan batuan induk. Proses pelapukan ini terjadi lantaran interaksi antara distributor pelapukan ibarat iklim, topografi, dan organisme dengan batuan di dalam ekosistem litosfer yang berlangsung dalam waktu yang sangat lama. Pada artikel ini kita akan mengulas wacana proses pelapukan mulai dari pengertian, segala macam, hingga contoh.

Pengertian pelapukan

Pelapukan yaitu proses mengubah komposisi dan pemecahan bebatuan atau materi lain yang terjadi di permukaan bumi akhir proses fisik, kimia, dan biologi. Pelapukan yaitu proses alami yang bekerja untuk menghancurkan kerikil ke tanah. Proses pelapukan menghancurkan dan melarutkan mineral batuan ke dalam tanah ini yang didukung oleh faktor-faktor ibarat waktu, jenis batuan, topografi, organisme, dan iklim. Agen yang berperan mencakup air, es, asam, garam, tumbuhan, hewan, dan perubahan suhu.

Tanah terbentuk dari proses pelapukan batuan induk Macam Macam Jenis Pelapukan, Contoh, dan Proses Terjadinya
Berbagai Jenis Pelapukan

Macam Macam Jenis Pelapukan

Berdasarkan distributor yang berperan dalam proses, pelapukan sanggup dibagi menjadi 3 macam. Pelapukan jenis ini yaitu pelapukan fisik, pelapukan kimia, dan pelapukan biologis. Di alam, ketiga jenis pelapukan bekerja sama, meski mungkin salah satunya lebih lebih banyak didominasi dibanding jenis pelapukan lainnya. Berikut yaitu klarifikasi dari semua jenis pelapukan.

1. Pelapukan Fisika dan Contohnya

Pelapukan fisik atau yang sering disebut pelapukan mekanis yaitu proses pelapukan batuan yang disebabkan oleh dampak faktor fisik pada batuan. Faktor yang paling lebih banyak didominasi dalam jenis pelapukan ini yaitu suhu udara, tekanan, dan kristalisasi garam. Jenis pelapukan ini hanya sanggup ditemukan di iklim ekstrem, ibarat subtropis, kawasan gurun pasir, kawasan pesisir, dan kawasan dengan topografi yang curam.

Beberapa referensi fisika pelapukan yang sanggup kita temukan di bumi meliputi:
Memenggal kerikil di padang pasir lantaran perubahan cuaca ekstrem sehari-hari. Temperatur tinggi di siang hari menciptakan rock melebar, maka pada malam hari suhu udara turun dan menciptakan kerikil menyusut. Proses ini terjadi berulang kali dan memungkinkan ikatan mineral di kerikil menjadi lemah sehingga bebatuan pecah menjadi beberapa bagian.
Kristalisasi air asin hingga batuan di ekosistem pesisir. Kristalisasi air asin di pori-pori kerikil di sekitar ekosistem pesisir akan menekan bebatuan secara endogen sehingga memungkinkan kerikil pecah.
Batuan longsor di kawasan topografi yang curam. Longsor terjadi lantaran tekanan tinggi pada lapisan bawah batu. Tekanan menyebabkan ikatan antara bebatuan melemahkan dan memisahkan satu sama lain.

2. Pelapukan Kimia dan Contohnya

Pelapukan kimiawi yaitu proses pelapukan yang terjadi akhir perubahan struktur kimia batuan melalui reaksi tertentu. Reaksi yang terjadi pada proses pelapukan ada 3 jenis, yaitu larutan, hidrolisis, dan oksidasi. Contoh pelapukan kimia melalui tiga reaksi ini meliputi: Proses pembubaran kapur kapur lantaran reaksinya terhadap air.
Hidrolisis air hujan menghasilkan peningkatan keasaman di sekitar bebatuan. Ion H + memungkinkan korosi batuan.
Oksidasi pada batuan yang kaya mineral besi memungkinkan ikatan mineral di permukaan kerikil menjadi lemah dan terdegradasi.

3. Pelapukan Biologi dan Contohnya

Pelapukan biologi atau sering disebut pelapukan organik yaitu proses pelapukan batuan yang dilakukan oleh organisme melalui aktivitasnya di sekitar lingkungan batuan tersebut. Organisme yang berperan dalam pelapukan semacam ini sanggup berupa binatang, tumbuhan, jamur, bakteri, hingga manusia.

Proses pelapukan biologis melibatkan dua cara, yaitu cara biokimia dan mekanis. Berikut ini yaitu referensi peluruhan biologis melalui 2 cara ini. Pertumbuhan lumut di permukaan kerikil memungkinkan batu-batuan tersebut terdegradasi. Kelembaban permukaan kerikil akhir peresapan akar dan pH tinggi di sekitar permukaan batuan ini akhir ekskresi metabolisme sisa lumut menciptakan permukaan batuan korosi.
Penetrasi akar tumbuhan ke sela-sela kerikil menekan batuan sehingga mengalami perpecahan.

Baca Juga: 

7 Faktor Yang Menghipnotis Curah Hujan Dan Penjelasannya

7 Faktor Yang Menghipnotis Curah Hujan Dan Penjelasannya

7 Faktor Yang Menghipnotis Curah Hujan Dan Penjelasannya

7 Faktor Yang Menghipnotis Curah Hujan Dan Penjelasannya
7 Faktor Yang Menghipnotis Curah Hujan Dan Penjelasannya

Curah hujan ialah jumlah air hujan yang jatuh ke permukaan tanah selama periode atau waktu tertentu. Curah hujan diukur dalam mm dengan mengabaikan aspek penguapan, infiltrasi, dan limpasan air yang jatuh. Curah hujan perlu diketahui sebagai aspek pertimbangan dalam memilih efisiensi lahan di suatu daerah. Ukuran curah hujan di suatu tempat akan berbeda dengan curah hujan di tempat lain. Hal ini alasannya ada beberapa faktor yang mempengaruhi curah hujan, baik dari segi intensitas, distribusi, atau besaran. Pada artikel ini, kita akan membahas apa faktor-faktor ini sebagai pembelajaran bagi kita semua. Tolong didengarkan!

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Curah Hujan

Setidaknya kita telah meringkas 7 faktor yang mempengaruhi curah hujan. Di antaranya ialah garis lintang, ketinggian, jarak dari sumber air, arah angin, suhu tanah, dan luas lahan.

Curah hujan ialah jumlah air hujan yang jatuh ke permukaan tanah selama periode atau wak 7 Faktor yang Mempengaruhi Curah Hujan dan Penjelasannya

1. Faktor Lintang

Faktor utama yang paling mempengaruhi curah hujan suatu tempat ialah lokasi tempat dari khatulistiwa. Semakin akrab tempat ke khatulistiwa (semakin rendah garis lintang), semakin besar curah hujan yang akan diterima tempatnya. Sebaliknya, semakin jauh tempat dari khatulistiwa (semakin tinggi garis lintangnya), semakin kecil presipitasi yang diterimanya.

Pengaruh lintang pada curah hujan sanggup terjadi alasannya suhu udara yang terkandung di tempat dengan derajat lintang rendah cukup tinggi sehingga memungkinkan penguapan tinggi juga. Air yang menjadi uap air alasannya penguapan tinggi kemudian dikondensasikan dan menjadi hujan melalui siklus hidrologi.

Pengaruh lintang pada curah hujan sanggup dilihat dari seberapa sering hujan terjadi di Indonesia dibandingkan dengan hujan yang terjadi di kutub.

2. Tempat Faktor Tinggi

Selain posisi garis lintang, ketinggian suatu tempat dari permukaan air maritim juga merupakan faktor yang mempengaruhi curah hujan. Semakin tinggi tempat semakin rendah curah hujan tempat akan menerima, begitu pula sebaliknya. Pengaruh tempat tinggi terhadap curah hujan sanggup terjadi alasannya pada umumnya semakin tinggi suatu tempat semakin rendah suhu udara di tempat tersebut.

3. Jarak Tempat dari Laut

Laut sebagai sumber penguapan air terbesar di bumi juga mempengaruhi curah hujan. Semakin akrab tempat ke maritim semakin besar curah hujan tempat itu, begitu pula sebaliknya. Jarak tempat yang terlalu jauh ke maritim akan menciptakan uap air kental (cloud) akan mencair menjadi hujan sebelum hingga di tempat.

4. Arah Angin

Tak sanggup dipungkiri lagi bahwa arah angin juga merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi curah hujan. Angin ialah media yang membawa awan mencapai tempat tertentu. Jika suatu wilayah jarang dilewati angin, maka akan semakin jarang pula tempat tersebut mendapat cipratan air hujan. Efek angin terhadap curah hujan sanggup dilihat pada ekosistem padang pasir di Nusa Tenggara Timur.

5. Deretan Pegunungan

Pegunungan yang berbaris di suatu tempat sangat mempengaruhi curah hujan di sekitar tempat tersebut. Deretan gunung ialah batas awan untuk mencapai tempat di belakang gunung (daerah bayangan hujan). Jika Anda menemukan formasi gunung, awan akan terus naik dan terakumulasi sebelum berhasil melewati gunung. Akumulasi ini kemudian menghasilkan hujan.

6. Perbedaan Suhu Daratan dan Lautan

Perbedaan suhu antara daratan dan maritim juga merupakan faktor yang mempengaruhi curah hujan. Jika suhu terestrial lebih tinggi dari suhu laut, maka hujan akan lebih sering terjadi di laut, sedangkan bila suhu maritim lebih tinggi dari suhu di darat, maka hujan akan lebih sering di darat.

7. Luas Tanah

Kekeringan tanah di gurun Sahara, gurun Gobi, dan padang pasir lainnya di dunia tidak lepas dari dampak luas daratan. Jika daratan semakin luas, maka curah hujan yang diterima tempat akan lebih kecil, begitu juga sebaliknya. Pengaruh ini terjadi alasannya semakin besar luas lahannya, titik tengah tanah juga akan berada jauh dari laut.

Sumber: https://www.seputarpengetahuan.co.id/2015/06/unsur-unsur-seni-rupa-dan-penjelasannya.html

Alat Pengukur Kecepatan Angin (Anemometer), Sejarah, Jenis, Dan Prinsip Kerja

Alat Pengukur Kecepatan Angin (Anemometer), Sejarah, Jenis, Dan Prinsip Kerja

Alat Pengukur Kecepatan Angin (Anemometer), Sejarah, Jenis, Dan Prinsip Kerja

Alat Pengukur Kecepatan Angin (Anemometer), Sejarah, Jenis, Dan Prinsip Kerja
Alat Pengukur Kecepatan Angin (Anemometer), Sejarah, Jenis, Dan Prinsip Kerja

Kecepatan dan arah angin merupakan salah satu faktor yang sangat diperhatikan di dunia penerbangan. Selain itu, ia juga berperan penting dalam acara budidaya dan pertanian. Karena itu, kecepatan angin sering dihitung atau diukur. Untuk mengukurnya, diperlukan alat yang disebut anemometer. Seperti apa anemometer itu? Apa prosedur dan cara kerja alat pengukur kecepatan angin ini? Kenali jawabannya dengan mendengarkan diskusi berikut!

Pengukuran Kecepatan Angin

Sebelum membahas perihal apa anemometer lihat gambar di bawah ini! Gambar itu merupakan gambar anemometer alias alat pengukur kecepatan angin yang sanggup kita temukan di BMKG atau di sekitar bandara.
Kecepatan dan arah angin merupakan salah satu faktor yang sangat diperhatikan di dunia pe Alat Pengukur Kecepatan Angin (Anemometer), Sejarah, Jenis, dan Prinsip Kerja

1. Sejarah dan Penemu Speedometer Angin

Kata anemometer berasal dari kata Yunani “anemos” yang berarti angin dan “meter” yang berarti alat ukur atau alat ukur. Anemometer yaitu alat yang dirancang dan diciptakan oleh Leon Battista Alberti pada tahun 1450. Anemometer selain berfungsi sebagai wind speed gauge juga sanggup dipakai sebagai ukuran jumlah tekanan angin.

2. Tipe dan Jenis Anemometer

Sebagai alat pengukur kecepatan angin, anemometer sanggup dibagi menjadi 2 jenis, yaitu jenis anemometer dengan mangkuk 3 atau 4, dan jenis amemometer termal.

a. anemometer Mangkuk

Seperti namanya, mangkuk anemometer yaitu alat ukur kecepatan angin yang terdiri dari 3 atau 4 mangkuk yang terpasang di ujung jari pivot. Setiap mangkuk di anemometer menghadap ke arah melingkar yang sama, sehingga dikala angin bertiup akan berputar ke arah yang tetap. Salah satu mangkuk anemometer ditandai dengan fitur tertentu untuk memudahkan hitungan putarannya.

b. Anemometer termal

Termometer termal yaitu alat pengukur kecepatan angin yang dilengkapi dengan sensor khusus. Sensor ini bekerja dengan menghitung jumlah panas yang bergerak di sekitar area sensor. Perpindahan panas dianggap atau ditafsirkan sebagai kecepatan angin. Sederhananya, prinsip kerja anemometer termal mengikuti prinsip kerja tabung percontohan.
Kecepatan dan arah angin merupakan salah satu faktor yang sangat diperhatikan di dunia pe Alat Pengukur Kecepatan Angin (Anemometer), Sejarah, Jenis, dan Prinsip Kerja

3. Prinsip dan Cara Kerja Anemometer

Saat ini, jenis anemometer yang paling banyak dipakai yaitu jenis anemon mangkuk. Selain murah, mangkuk anemometer cenderung lebih gampang dipakai dan lebih tahan lama. Sebagai alat pengukur kecepatan angin, anemometer sesungguhnya bekerja dengan prinsip sederhana. Kecepatan angin dihitung dengan mengukur jumlah putaran cakram dalam satuan waktu tertentu. Untuk memahami prinsip kerja anemometer, di sini kita telah menciptakan pola perhitungan sederhana yang sanggup Anda pahami.

Panjang atau keliling mangkuk pada anemometer contohnya yaitu 3 meter. Pada dikala tertentu, embusan angin membuatnya berputar 20 kali dalam 10 detik. Dari data ini, kita sanggup mengetahui bahwa kecepatan angin pada dikala itu sekitar 6 meter per detik. Prosesnya yaitu sebagai berikut

Dikenal :
Panjang jalur anemometer = 3 meter
Jumlah putaran = 20 kali
Waktu = 10 detik

Ditanyakan:
Kecepatan angin = …?

Menjawab:
Kecepatan angin = (Panjang jalur x jumlah putaran) / waktu
= (3 meter x 20 kali): 10 detik
= 60 meter: 10 detik = 6 meter / detik

Perlu diingat bahwa pada ketinggian yang berbeda, kecepatan angin suatu tempat juga akan berbeda. Karena itu, dikala mengunjungi stasiun klimatologi, kita akan menemukan lebih dari satu anemometer yang dipasang di atas tiang dengan ketinggian yang berbeda, yaitu ketinggian 0,5 meter, 2 meter, dan 10 meter. Pemasangan tiang ini perlu memperhatikan kawasan sekitarnya sehingga tidak ada penghalang angin menyerupai pohon atau bangunan.

Sumber: https://www.seputarpengetahuan.co.id/2017/11/pengertian-integritas-fungsi-tujuan-manfaat-ciri-ciri-pribadi.html

Hukum Publik dan Hukum Private/Perdata

Hukum Publik dan Hukum Private/Perdata

Hukum Publik dan Hukum Private/Perdata

 

Hukum Publik dan Hukum Private/Perdata

 

Latar Belakang Hukum di Indonesia

Hukum di Indonesia merupakan campuran dari sistem hukum hukum Eropa, hukum Agama dan hukum Adat. Sebagian besar sistem yang dianut, baik perdata maupun pidana, berbasis pada hukum Eropa kontinental, khususnya dari Belanda karena aspek sejarah masa lalu Indonesia yang merupakan wilayah jajahan dengan sebutan Hindia Belanda (Nederlandsch-Indie). Hukum Agama, karena sebagian besar masyarakat Indonesia menganut Islam, maka dominasi hukum atau Syari’at Islam lebih banyak terutama di bidang perkawinan, kekeluargaan dan warisan. Selain itu, di Indonesia juga berlaku sistem hukum Adat yang diserap dalam perundang-undangan atau yurisprudensi, yang merupakan penerusan dari aturan-aturan setempat dari masyarakat dan budaya-budaya yang ada di wilayah Nusantara.

Hukum publik adalah hukum yang mengatur kepentingan umum/masyarakat. Oleh perbedaan anatar hukum perdata dan hukum Publik itu (menurut pembagian klasik) adalah sebagai berikut:

1. Dalam hukum public salah satu pihak adalah penguasa, sedangkan dalam hokum perdata kedua belah pihak adalah perorangan tanpa menutup kemungkinan bahwa dalam hokum perdata pun penguasa dapat menjadi pihak juga.
2. Sifat hokum public adalah memaksa, sedangkan hokum perdata pada umumnya bersifat melengkapi meskipun ada juga yang memaksa.
3. Tujuan hokum public adalah melindungi kepentingan umum, sedangkan hokum perdata melindungi kepentingan individu/perorangan.
4. Hokum public mengatur hubungan hokum antara Negara dengan individu, sedangkan hokum perdata mengatur hubungan hokum antara individu.

Perbedaan-perbedaan tersebut, sekarang tidak bersifat mutlak lagi, karena sudah mengalami perkembangan. Oleh karena itu menyebutkan bahwa hokum perdata adalah hokum yang mengatur hubungan hokum antara dua subyek hokum atau lebih mempunyai kedudukan yang sederajat, sedangkan hokum public adalah hokum yang mengatur hubungan hokum antara dua subjek hokum atau lebih yang kedudukannya tidak sederajat. Jadi dalam hokum public ada atasan dan bawahan.

Contoh Hukum Publik

1. Berhubungan dengan kepentingan masyarakat
2. Berupa hokum Negara
3. Berupa instansi-instansi Negara

 

Contoh Hukum Private/Perdata

1. hukum sipil
2. hukum dagang
3. hokum perdata

Perbedaan antara badan hukum publik dengan badan hukum perdata, terletak pada bagaimana cara pendiriannya badan hukum tersebut

Pasal 1653 KUHPerdata yaitu ada tiga macam, yakni :

1. badan hukum yang diadakan oleh kekuasaan umum (Pemerintah atau Negara).
2. badan hukum yang diakui oleh kekuasaan umum.
3. badan hukum yang diperkenankan dan yang didirikan dengan tujuan tertentu yang tidak bertentangan dengan undang-undang atau kesusilaan (badan hukum dengan konstruksi keperdataan).

 

 

Kesimpulan:

Untuk membedakan kedua jenis badan hukum tersebut, dicari kriteria keduanya yaitu pada badan hukum perdata ialah badan hukum yang didirikan oleh perseorangan, sedangkan pada badan hukum publik ialah badan hukum yang diadakan oleh kekuasaan umum.
Di kalangan sarjana Jerman, mereka berpendapat bahwa perbedaan antara badan hukum publik dan badan hukum perdata terletak pada, apakah badan hukum tersebut mempunyai kekuasaan sebagai penguasa? Dan badan hukum itu dianggap mempunyai kekuasaan sebagai penguasa, yaitu jika badan hukum tersebut dapat mengambil keputusan-keputusan dan membuat peraturan-peraturan yang mengikat orang lain yang tidak tergabung dalam badan hukum tersebut (wewenang).

 

Baca Juga Artikel Lainnya: