Kematian Sulli eks f(x) & Racun Cyber Bullying di Medsos

Kematian Sulli eks f(x) & Racun Cyber Bullying di Medsos

Kematian Sulli eks f(x) & Racun Cyber Bullying di Medsos

 

Kematian Sulli eks f(x) & Racun Cyber Bullying di Medsos
Kematian Sulli eks f(x) & Racun Cyber Bullying di Medsos

Sulli eks girl group f(x) ditemukan meninggal dunia di apartemennya daerah Seongnam, Provinsi Gyeonggi, Korea Selatan pada Senin (14/10/2019) pukul 03.21 p.m KST.

Menurut keterangan polisi dari kantor polisi Seongnam Sujeong, manajer Sulli menemukan Sulli yang telah meninggal dunia di apartemennya dan melaporkannya ke polisi. Dikutip Soompi, hingga kini penyebab kematian Sulli belum diketahui.

Idol berusia 25 tahun yang memiliki nama asli Choi Jin Ri tersebut debut sebagai salah satu anggota f(x). Sulli menghentikan aktivitasnya pada 2014 setelah mendapat komentar kebencian dan sejumlah rumor tentang dirinya, demikian seperti dikutip Yonhap News Agency (YNA).

Sulli aktif di media sosial dan baru-baru ini menjadi pembawa acara serial TV yang mendiskusikan tentang penyalahgunaan media online.

Associated Press menulis, Sulli dikenal menyuarakan feminisme dan pandangannya yang blak-blakan, sesuatu hal yang jarang ada di antara idol wanita di Korea Selatan yang sangat konservatif.

Penyebab kematian Sulli belum bisa dipastikan, tapi muncul dugaan bahwa ia meninggal karena bunuh diri dan depresi. Sejauh ini, polisi belum menemukan surat wasiat milik Sulli untuk memastikan dugaan tersebut.

Maraknya Cyber Bullying di Kalangan Perempuan

Terlepas dari apapun penyebab meninggalnya Sulli, yang pasti selebritas itu pernah mengungkapkan tentang kisah

hidupnya yang tidak bahagia. Sulli mengatakan, dirinya memiliki gangguan panic disorder sejak kecil.

Hal tersebut diungkapkan Sulli dalam sebuah unggahan teaser video untuk program acara reality show miliknya “Jinri Market” di media sosial Instagram. Akan tetapi, video tersebut kini telah dihapus oleh Sulli.

“Bahkan orang terdekatku telah meninggalkan aku. Aku sangat tersakiti oleh mereka dan aku merasa tidak ada orang yang mengerti diriku, yang mana membuat aku semakin terjatuh,” ujar Sulli dalam video tersebut, demikian seperti dikutip The Korea Times.

Baca juga: Benarkah Musik Sedih bisa Menyembuhkan Depresi?

Selain kisah hidupnya yang tidak bahagia, Sulli juga menderita karena dirisak secara online. Guardian menulis beberapa video Instagram terbaru Sulli @jelly_jilli juga menunjukkan dia menangis dan berkata, “Aku bukan orang jahat”.

Dalam beberapa unggahan di media sosialnya, Sulli sering mendapat bullying secara online. Apapun yang dia lakukan, kerap kali mendapat hujatan secara online.

Terkait cyberbullying, Pendiri PurpleCode, Dyhta Caturani, menyebut perempuan lebih rentan mengalami bullying di media sosial. Mereka kerap direndahkan dengan disertai atribut seksual atau referensi lain dengan tujuan menghina.

“Laki-laki yang diserang ide atau statement di mana kita bisa berdebat dengan argumentasi yang sama masuk akal. Sementara perempuan sangat berbeda, yang diserang personal, tubuh,” katanya dalam kampanye #PositionOfStrength, seperti dikutip Antara.

Cyber bullying adalah tindak intimidasi, penganiayaan atau pelecehan disengaja yang anak-anak dan remaja alami di

internet.

Kebencian di internet melalui komentar kasar dan kata-kata negatif ini sering kita sebut dengan trolling. Psikolog menyebut trolling di internet itu terjadi karena online disinhibition effect, di mana faktor seperti anonimitas, ketidaktampakan, minimnya otoritas, dan tak harus bertemu seseorang melahirkan budaya kebencian. Seseorang bisa berkomentar semaunya, memaki, menghina, dan tidak punya adab.

Kepuasan memaki atau melontarkan komentar kasar di internet ini sesederhana karena ia ingin merasa superior atau mendapati bahwa menghina orang memberinya kepuasan. Orang yang melakukan tindakan memaki, menghina, sembari menikmati kebebasan internet ini disebut sebagai trolls atau monster yang bersembunyi di kegelapan dan mengancam orang lain yang dianggapnya lebih rendah.

Dyhta Caturani mengatakan hingga kini kekerasan di internet terhadap perempuan masih belum diperhatikan. Beberapa menganggap kekerasan verbal atau tulisan daring (online) sebagai candaan atau sesuatu yang dianggap wajar.

Dyhta menjelaskan jenis-jenis kekerasan di ranah online, antara lain:
– Doxing (mempublikasikan data personal orang lain),
– Cyber stalking (akan mencapai tahap mengerikan ketika mengetahui aktivitas offline), dan
– Revenge porn (penyebaran foto/video dengan tujuan balas dendam dibarengi intimidasi/ pemerasan).

Padahal menurut Dyhta, kekerasan tersebut tidak sekadar kekerasan online atau kekerasan dunia maya atau siber,

melainkan merupakan perpanjangan dari kekerasan yang sudah ada.

“Banyak yang berpendapat ‘ngapain ngurusin online? [Kekerasan] offline juga banyak’. Tapi, keduanya punya akar yang sama,” ujarnya.

Tujuan kekerasan tersebut, tambahnya, antara lain pemerasan, pembungkaman dan eksploitasi seksual yang berdampak menimbulkan rasa takut yang dapat berpotensi pada kekerasan fisik secara offline.

Sumber:

https://movistarnext.com/eden-apk/

Cara Unduh, Daftar dan Aktifkan BRI Credit Card Mobile

Cara Unduh, Daftar dan Aktifkan BRI Credit Card Mobile

Cara Unduh, Daftar dan Aktifkan BRI Credit Card Mobile

 

Cara Unduh, Daftar dan Aktifkan BRI Credit Card Mobile
Cara Unduh, Daftar dan Aktifkan BRI Credit Card Mobile

Bank BRI terus memperbarui layanan perbankan kepada pelanggan. Nasabah Bank BRI kini tidak hanya dapat memanfaatkan layanan secara konvensional saja, tapi juga secara online. Salah satunya adalah layanan Credit Card Mobile.

Credit Card mobile merupakan aplikasi yang dikeluarkan Bank BRI guna memudahkan pelanggan untuk

mendapatkan layanan kartu kredit melalui smartphone. Nasabah tidak perlu lagi pergi ke bank untuk mengecek limit, mengganti password, dan mengakses layanan kartu kredit lainnya.

Lewat aplikasi ini, semua layanan dapat dilakukan di rumah, di tempat kerja, atau sambil liburan. Cara untuk mengaktifkannya cukup mudah. Pertama, pelanggan harus terlebih dahulu mengunduh aplikasi BRI Credit Card Mobile lewat aplikasi PlayStore pada perangkat Android dan AppStore pada perangkat iOS. Langkah selanjutnya adalah sebagai berikut:

Masuk ke menu “Buka Akun” dan masukkan user (karakter bebas) dan password (kombinasi huruf dan angka, kombinasi kapital dan letter), dan data sesuai data kartu nasabah.

Setelah data lengkap, klik “Register”, dan akan mendapatkan kode verifikasi yang dikirim lewat SMS.

Masukkan kode verifikasi, dan Aplikasi BRI Credit Card Mobile pun siap digunakan.

Nasabah yang telah mengaktifkan BRI Credit Card Mobile

pada gadgetnya akan mendapatkan kemudahan sebagai berikut:

Layanan Nasabah

Informasi Sisa Limit

Mutasi Kartu Kredit

Riwayat Tagihan (lembar tagihan)

Ubah Transaksi Menjadi Cicilan

Daftar e-statement

Manajemen Pengguna

Aktivasi Kartu

Permintaan PIN

Blokir Kartu

Ubah Alamat Tagihan

Perjalanan Ke Luar Negeri

Admin

Tambah Kartu

Ganti Password

Info

Lokasi Kantor Cabang BRI

Lokasi ATM BRI

Promosi Kartu Kredit BRI

Social Media BRI

FAQ

Namun, perlu diingat bahwa tidak semua smartphone kompatibel dengan aplikasi ini. Minimal sistem yang didukung adalah Android Kitkat, atau iOS versi 11. Nasabah juga harus memastikan bahwa smartphone mereka tersambung dengan jaringan internet untuk bisa mengakses layanan ini.

BRI merupakan salah satu anggota Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) yang memberikan layanan kartu kredit secara online. Selain Bank BRI, anggota Himbara lain yang memberikan layanan serupa yakni Bank BNI dan Bank Mandiri.

Bank BNI membuka layanan serupa, yaitu lewat aplikasi BNI Credit Card Mobile. Sedangkan Bank Mandiri memberikan layanan online kepada nasabahnya dalam aplikasi Mandiri Online.

Sumber:

https://movistarnext.com/paperboy-apk/

Penerapan Pembelajaran Konstruktivisme

Penerapan Pembelajaran Konstruktivisme

Penerapan Pembelajaran Konstruktivisme

Penerapan Pembelajaran Konstruktivisme

Salah satu prinsip paling penting dari psikologi pendidikan adalah

guru tidak hanya semata-mata memberikan pengetahuan kepada siswa. Siswa harus membangun pengetahuan didalam benaknya sendiri. Guru dapat membantu proses ini dengan member kesempatan kepada siswa untuk menemukan dan menerapkan ide untuk belajar. Paradigma kontruktivisme memandang siswa sebagai pribadi yang sudah memiliki kemampuan awal sebelum mempelajari sesuatu. Kemampuan awal tersebut akan menjadi dasar dalam mengkontruksikan pengetahuan yang baru.

Pendekatan kontruktivisme menghendaki siswa harus membangun pengetahuan di dalam benaknya sendiri. Guru dapat membantu proses belajar dengan mengajar  yang membuat informasi lebih bermakna dengan memberikan kesempatan kepada siswa untuk menemukan untuk menerapkan sendiri ide-ide peserta didik sendiri. Pendidik dapat memberi siswa stimulus yang dapat membantu siswa mencapai tingkat pemahaman yang lebih tinggi, namun harus diupayakan agar siswa sendiri dapat menyelasaikan dan memecahkan masalah  tersebut dengan pengetahuannya sendiri yang ia dapat dari pengetahuan yang telah ia miliki dan ia dapatkan.

Oleh karena itu, agar pembelajaran lebih bermakna bagi peserta didik dan pendidik maka pendekatan kontruktivisme merupakan salah satu solusi yang baik untuk dapat diterapkan. Sebagai gambaran, berikut akan dipaparkan pembelajaran dengan menggunakan pendekatan pembelajaran kontruktivisme, yaitu sebagai berikut:

  1. Kurikulum disajikan mulai dari keseluruhan menuju ke bagian-bagian dan lebih mendekatkan kepada konsep-konsep yang lebih luas.
  2. Pembelajaran lebih menghargai pada pemunculan pertanyaan dan ide-ide siswa.
  3. Kegiatan kurikulum lebih banyak mengandalkan pada sumber data primer dan manipulasi bahan.
  4. Siswa dipandang sebagai pemikiranyang dapat memunculkan teori-teori tentang dirinya.
  5. Pengukuran proses dan hasil belajar siswa terjalin di dalam kesatuan kegiatan pembelajaran, guru mengamati hal-hal yang sedang dilakukan siswa, serta melalui tugas pekerjaan.
  6. Siswa banyak belajar dan bekerja di dalam grup.
  7. Memandang pengetahuan adalah non objektif, bersifat temporer, selalu berubah, dan tidak menentu.
  8. Belajar adalah penyusunan pengetahuan, adapun mengajar adalah menata lingkungan agar siswa termotivasi dalam menggali makna.
  9. Kegagalan merupakan interpretasi yang berbeda yang perlu dihargai
  10. Evaluasi menggali munculnya berfikir, pemecahan ganda, dan bukan hanya satu jawaban benar.
  11. Evaluasi merupakan bagian utuh dari pembelajaran dangan cara meberikan tugas-tugas yang bermakna serta menrapkan apa yang dipelajari.

Alasan lain pendekatan kontruktivisme dalam pembelajaran adalah pengetahuan yang dimiliki siswa bermula dari keaktifan siswa untuk mencari dan menemukan. Pengetahuan tidak akan diperoleh oleh siswa yang pasif. Untuk membangun pengetahuan yang baru, siswa akan menyesuaikan pengetahuan baru dengan pengetahuan yang lama atau yang sudah dimilikinya dengan memulai interaksi social terhadap siswa lainnya.

Dalam pembelajran PPKn, pendekatan kontruktivisme dapat dilakukan pada semua topic dan pokok bahasan. Pada saat guru menggunakan pendekatan ini, mereka dapat membahas dan mengkaji topic yang telah dimunculkan oleh guru sebelumnya. Peran guru dalam pendekatan kontruktivisme ini adalah sebagai fasilitator, dimana guru hanya memberikan peluang kepada siswa untuk membangun pengetahuan yang telah mereka miliki sebelumnya. Kemudian guru dapat menghubungkan materi bahan pelajaran dengan situasi dan kondisi siswa.

Suatu hal yang paling penting dalam pembelajaran kontruktivisme adalah menghubungkan materi dengan kehidupan nyata siswa. Siswa dapat mencari dan menyelidiki informasi. Selain itu guru dapat membangkitkan semangat belajar dengan menghubungkan materi tersebut. Selain itu apabila guru mengajarkan mata pelajaran tentang kewarganegaraan seperti hak dan kewajiban seorang manusia, maka guru dapat membangkitkan semangat belajar siswa dengan menghubungkan pada kehidupan manusia sehari-hari dalam melaksanakan hak dan kewajiban manusia sehari-hari pada sekitar lingkungan siswa itu sendiri. Hal ini dapat memupuk dan membangkitkan sikap atas siswa tersebut dalam menjalankan hak dan kewajiban siswa sebagai seorang anak.


Baca Juga :

Periodesasi Kerajaan Mughal di India

Periodesasi Kerajaan Mughal di India

Periodesasi Kerajaan Mughal di India

Periodesasi Kerajaan Mughal di India

  1. Babur (1526-1530 M)

Babur bernama lengkap Zahiruddin Muhammad Babur. Secara geneologis Babur merupakan cucu Timur Lenk dari pihak ayah dan keturunan Jenghiz Khan dari pihak ibu. Ayahnya Umar Mirza, merupakan seorang penguasa Ferghana. Masa pemerintahan Babur ditandai oleh dua persoalan besar yakni bangkitnya kerajaan-kerajaan Hindu yang mencoba melepaskan diri dari kekuasaan Islam, mereka memberontak antara tahun 1526 dan 1527 M dan munculnya penguasa muslim yang mengakui pemerintahannya di Afghanistan yang masih setia kepada keluarga Lodi. Namum Babur dapat menyelesaikan semua persoalan tersebut.

  1. Hamayun (1530-1540 M dan 1556 M)

Babur digantikan oleh putra sulungnya, Humayun yang bernama lengkap Naseeruddin Humayun. Namanya berarti “yang disukai oleh keberuntungan”. Humayun adalah orang yang cinta damai, ia adalah orang yang berkualitas, tapi ia tidak bisa menyesuaikan diri dengan hal-hal yang ada di sekelilingnya. Selain itu adalah seorang raja yang dermawan, ramah dan suka memaafkan. Pada awal pemerintahannya, Humayun mengalami kesulitan karena perilaku dari saudara-saudaranya yang menuntut hak untuk memerintah. Dalam wasiatnya, Babur telah menginstruksikan Humayun untuk bersikap baik kepada saudara-saudaranya. Humayun memperlakukan saudara-saudaranya dengan ramah.

Pada tahun 1555 M ia menyerbu Delhi yang saat itu diperintah Sikandar Sur (dari Dinasti Sur 1540-1555). Akhirnya ia bisa memasuki kota ini dan ia bisa memerintah kembali sampai tahun 1556 M. Pada tahun 1556 M, ia meninggal dunia dan digantikan oleh anaknya Jalaludin Muhammad Akbar.

  1. Akbar (1556-1605 M)

Sepeninggal Humayun, tahta kerajaan Mughal dijabat oleh putranya Akbar. Ia bergelar Sultan Abdul Fath Jalaluddin Akbar Khan. Masa pemerintahannya dikenal sebagai masa kebangkitan dan kejayaan Mughal sebagai sebuah dinasti Islam yang besar di India.

  1. Jehangger (1605-1627 M)

 Penerus Akbar, yaitu anaknya Jehangir.72 Masa pemerintahan Jehangir kurang lebih selama 23 tahun. Ia adalah penganut ahl al-sunnah wa al jama’ah, sehingga Din-i-Ilahi yang dibentuk ayahnya menjadi hilang pengaruhnya.

  1. Syah Jehan (1627-1658 M)

Syah Jehan tampil menggantikan pemerintahan Jehangir. Syah Jehan adalah seorang yang terpelajar, ia memiliki bakat kepemimpinan dan memiliki jiwa intelektual dan seni. Secara umum, pada periode Syah Jehan, terutama di akhir-akhir kekuasaannya, ada dua kebijakan secara keseluruhan yang dimainkan oleh kedua putranya, Darsyikuh dan Aurangzeb. Darsyikuh lebih berpikiran universal, yakni lebih banyak menggunakan hukum-hukum Hindu bila dalam Al-Qur’an tidak ditemukan, dibandingkan hasil-hasil ijtihad para ulama saat itu. Sedangkan Aurangzeb lebih menekankan tradisi keislaman (nilai-nilai syari’ah, tradisional). Dan pada akhirnya Darsyikuh dibunuh oleh Aurangzeb. Syah Jehan meninggal dunia pada 1657 M, setelah menderita sakit keras.

  1. Aurangzeb / Alamghiri (1658-1707 M)

Aurangzeb adalah penguasa Mughal pertama yang membalik kebijakan konsiliasi dengan hindu. Di antara kebijakannya adalah pada tahun 1659 M, melarang minuman keras, perjudian, prostitusi, dan pengguanaan narkotika.

  1. Pemerintah Pasca Aurangzeb

Sepeninggal Aurangzeb pada tahun 1707 M, kesultanan Mughal di perintah oleh generasi-generasi yang lemah. Sampai tahun 1858 M sultan Mughal tidak mampu lagi mengendalikan wilayah yang cukup luas dan kekuatan lokal Hindu yang cukup dinamis, di samping karena konflik di antara mereka sendiri yang berebut kekuasaan. Sultan-sultan penerus Aurangzeb yaitu : Bahadur Syah (1707-1712 M), Azimusyah (1712-1713 M), Farukh Siyar (1713-1719 M), Muhammad Syah (1719-1748 M), Ahmad Syah (1748-1754 M), Alamghir II (1754-1759 M), Syah Alam (1761-1806 M), Akbar II (1806-1837 M), dan Bahadur Syah II (1837-1858 M.

Sampai tahun 1858 M, sultan-sultan Mughal tidak mampu lagi mengendalikan wilayah yang cukup luas dan kekuatan lokal Hindu yang cukup dinamis, di samping juga karena konflik di antara mereka sendiri yang berebut kekuasaan. Di tahun ini pula Inggris dengan bantuan raja-raja Hindu dapat mematahkan perlawanan yang mereka lakukan terhadap Inggris.


Sumber: https://ntclibya.com/call-blocker-apk/

Pendahuluan Tentang Timbulnya Daulat Usmaniyah

Pendahuluan Tentang Timbulnya Daulat Utsmaniyah

Pendahuluan Tentang Timbulnya Daulat Usmaniyah

Pendahuluan Tentang Timbulnya Daulat Utsmaniyah

Sesudah runtuh kerajaan Bani Abbas di Bagdad

dengan naiknya kerajaan Mongol dan Tartar, boleh dikatakan tidak ada lagi sebuah kerajaan yang besar dan dapat menjadi tumpuan harapan dunia Islam. Negeri-negeri islam berpecah belah, apalagi wilayah Islam itu memang telah luas sekali. Tetapi dengan munculnya kerajaan Usman atau daulah Usmaniyah, dapatlah islam menunjukkan kembali kegagahperkasaannya yang luar biasa, dan dapat menyambung usaha dan kemegahan yang lama. Daulah Usmaniyah, sampai permulaan abad kedua puluh telah dapat mempertahankan kemegahan dunia islam, baik secara menyerang dijaman jayanya maupun secara bertahan dijaman menurun.

Seratus tahun yang lalu, negeri-negeri Eropa Timur adalah kerajaan-kerajaan yang bernaung dibawah pemerintahan Turki Usmani. Kekuasaannya meluas kemenara-menara menjulang langit di bekas kekuasaan kerajaan Byzantium (constantinopel).

Negeri-negeri islam, Mesir, Hijaj (Mekkah-Madinah), Yaman, Irak, Palestina, tunisia, Maroko, Al-Jazair dan Tripoli, semuanya itu dahulunya adalah wilayah dari kerajaan Turki Usmani. Bangsa turki memang bangsa gagah perkasa, keturunan darah Tauran. Yang tahan panas dingin, dan sabar dalam berperang.

Bahkan Raja-raja Islam di Indonesia yang bersemarak pada abad-abad ketujuh belas, sebagai Raja-raja Aceh dan Banten pernah meminta pengakuan memakai gelar “Sultan” dari Istanbul. Dalam beberapa Istana Raja-raja Indonesia itupun dapat dilihat sisa-sisa hadiah yang dijadikan lambang kebesaran, karena hadiah itu diterima dari Istmbul. Ulama-ulama penyiar islam yang besar-besar di Indonesia ini, sebagai syekh Nawawi di Banten, Syekh Daud Fatani (Siam) dan Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabaui bersemarak nama mereka di tanah air kita, adalah mereka yang belaja islam mendalam di tanah Makkah, tatkala negeri makkah dibawah pemerintahan kerajaan Turki usmani. Maka kesan-kesan kebudayaan  islam Turki itu, banyak atau sedikit, langsung atau tidak langsung, masuk juga ke tanah air kita Indonesia ini.

Demikianlah besar pengaruh Turki dalam hati umat Islam, sehingga diantara Turki dengan Islam tidaklah dapat dipisahkan lagi. Dan memang begitu dahulu keadaannya. Sebab 600 tahun lamanya kerajaan Turki-Usmani berkuasa, yaitu sejak lahir abad ketiga belas, sampai permulaan abad keduapuluh. Jasa-jasanya, pengruh bahasanya, riwayat keberaniaannya, bekas kebudayaanya dari pustaka zaman tengah sampai sekarang masih dapat dilihat.

Oleh sebab itu, bagaimanapun keadaan kerajaan Turki yang sekarang, yang telah berobah dari pada satu negeri memakai Sultan Khalifah, menjadii sebuah republik “secular” yang tidak berdasar agama, namun bangsa Turki sendiri tetaplah bangsa pemeluk Islam yang teguh beragama dan mempunyai sejarah gilang gemilang. Walaupun pakaiannya telah berobah, namun jiwa Islam masihlah teguh di Turki. Maka di dalam kita mempelajari sejarah umat Islam, tidaklah dapat kita mengabaikan sejarah kerajaan Turki Usmani itu.


Sumber: https://ntclibya.com/evolve-apk/

Tahapan Penyusunan, Pelaksanaan, dan Pertanggungjawaban APBN

Tahapan Penyusunan, Pelaksanaan, dan Pertanggungjawaban APBN

  1. Penyusuanan APBN

Pemerintah mengajukan Rancangan APBN dalam bentuk RUU tentang APBN kepada DPR. Setelah melalui pembahasan, DPR menetapkan Undang-Undang tentang APBN selambat-lambatnya 2 bulan sebelum tahun anggaran dilaksanakan.

  1. Pelaksanaan APBN

Setelah APBN ditetapkan dengan Undang-Undang, pelaksanaan APBN dituangkan lebih lanjut dengan Peraturan Presiden.

  1. Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBN

Selambatnya 6 bulan setelah tahun anggaran berakhir, Presiden menyampaikan RUU tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBN kepada DPR berupa Laporan Keungan yang telah diperiksa oleh Badan Pemeriksa Keungan.

  1. Sumber penerimaan APBN

Penerimaan APBN diperoleh dari berbagai sumber yaitu :

  1. Penerimaan pajak yang meliputi

ü   Pajak Penghasilan (PPh)

ü   Pajak Pertambahan Nilai (PPN)

ü   Pajak Bumi dan Bangunan(PBB)

ü   Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) & Cukai

  1. Pajak lainnya seperti Pajak Perdagangan (bea masuk dan pajak/pungutan ekspor)
  2. a)Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP)
  3. b)Penerimaan dari sumber daya alam
  4. c)Setoran laba BUMN
  5. d)Penerimaan bukan pajak lainnya
  6. Landasan Hukum APBN
  • UUD 1945 pasal  23 ayat (1) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945
  • Undang-undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara

sumber :

Pos-pos Terbaru

 

Tujuan APBN

Tujuan APBN

Sebagai pedoman penerimaan dan pengeluaran negara dalam melaksanakan tugas kenegaraan untuk meningkatkan produksi, memberikan kesempatan kerja, dan mengembangkan perekonomian, untuk mencapai kemakmuran masyarakat.

  1. Prinsip Penyusunan APBN

  2. Prinsip Penyusunan APBN Berdasarkan Aspek Pendapatan
  • Intensifikasi penerimaan anggaran dalam hal jumlah dan kecepatan penyetoran.
  • Intensifikasi penagihan dan pemungutan piutang negara, misalnya sewa atas penggunaan barang-barang milik negara.
  • Penuntutan ganti rugi atas kerugian yang diderita oleh negara dari denda yang telah dijanjikan.
  1. Prinsip Penyusunan APBN Berdasarkan Aspek Pengeluaran Negara
  • Hemat, tidak mewah, efisien, dan sesuai dengan kebutuhan teknis yang disyaratkan.
  • Terarah, terkendali sesuai dengan rencana, program atau kegiatan.
  • Semaksimal mungkin menggunakan hasil produksi dalam negeri dengan memperhatikan kemampuan atau potensi nasional.

sumber :

https://galleta.co.id/call-recorder-apk/

Fungsi APBN jika ditinjau dari kebijakan fisikal

Fungsi APBN jika ditinjau dari kebijakan fisikal

  • Fungsi otorisasi, mengandung arti bahwa anggaran negara menjadi dasar untuk melaksanakan pendapatan dan belanja pada tahun yang bersangkutan. Dengan demikian, pembelanjaan atau pendapatan dapat dipertanggungjawabkan kepada.
  • Fungsi perencanaan, mengandung arti bahwa anggaran negara dapat menjadi pedoman bagi negara untuk merencanakan kegiatan pada tahun tersebut. Bila suatu pembelanjaan telah direncanakan sebelumnya, maka negara dapat membuat rencana-rencana untuk medukung pembelanjaan tersebut. Misalnya, telah direncanakan dan dianggarkan akan membangun proyek pembangunan jalan dengan nilai sekian miliar. Maka, pemerintah dapat mengambil tindakan untuk mempersiapkan proyek tersebut agar bisa berjalan dengan lancar.
  • Fungsi pengawasan, berarti anggaran negara harus menjadi pedoman untuk menilai apakah kegiatan penyelenggaraan pemerintah negara sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan. Dengan demikian akan mudah bagi rakyat untuk menilai apakah tindakan pemerintah menggunakan uang negara untuk keperluan tertentu itu dibenarkan atau tidak.
  • Fungsi alokasi, berarti bahwa anggaran negara harus diarahkan untuk mengurangi pengangguran dan pemborosan sumber daya serta meningkatkan efesiensi dan efektivitas perekonomian. APBN dapat digunakan untuk mengatur alokasi dana dari seluruh pendapatan negara kepada pos-pos belanja untuk pengadaan barang-barang dan jasa-jasa publik, serta pembiayaan pembangunan lainnya.
  • Fungsi distribusi, berarti bahwa kebijakan anggaran negara harus memperhatikan rasa keadilan dan kepatutan. Bertujuan untuk menciptakan pemerataan atau mengurangi kesenjangan antar wilayah, kelas sosial, maupun sektoral. APBN selain digunakan untuk kepentingan umum yaitu untuk pembangunan dan kegiatan penyelenggaraan pemerintahan, juga disalurkan kembali kepada masyarakat dalam bentuk subsidi, beasiswa, dan dana pensiun. Subsidi, beasiswa, dana pensiun merupakan bentuk dari transfer payment. Transfer payment adalah pengalihan pembiayaan dari satu sektor ke sektor lainnya.
  • Fungsi stabilisasi, memiliki makna bahwa anggaran pemerintah menjadi alat untuk memelihara dan mengupayakan keseimbangan fundamental perekonomian. APBN merupakan salah satu instrumen bagi pengendalian stabilitas perekonomian negara di bidang fisikal. Misalnya jika terjadi ketidakseimbangan yang sangat ekstrim maka pemerintah dapat melakukan instervesi melalui anggaran untuk mengembalikan pada keadaan normal.

sumber :

https://galleta.co.id/haunted-hotel-apk/

 Fase pelaksanaan (Marhalah al Tanfids)

 Fase pelaksanaan (Marhalah al Tanfids)

Pada fase inilah pelaku dapat dianggap sebagai jarimah. Untuk dapat dikenakan hukuman bila perbuatannya itu merupakan suatu maksiat meskipun belum selesai. Perbuatan pelaksanaan adalah perbuatan yang sedemikian berhubungan langsung dengan kejahatan, sehingga dapat dikatakan bahwa pelaksanaan daripada kejahatan sudah dinulai[6]. Hal ini sesuai dengan pasal 53 KUHP[7] ayat 1 yaitu percobaan akan melakukan kejahatan dipidana, jika niat untuk itu telah ternyata dari adanya permulaan pelaksanaan dan tidak selesainya pelaksanaan itu, bukan semata-mata disebabkan karena kehendaknya sendiri.

2.      Sebab Tidak Selesainya Perbuatan

Suatu perbuatan jarimah tidak selesai dilakukan oleh pembuat disebabkan karena salah satu dari dua hal sebagai berikut:

a.       Adakalanya karena terpaksa

b.      Adakalanya karena kehendak sendiri. Berdasarkan karena kehendak sendiri, ini ada dua macam:

·         Bukan karena taubat

·         Karena taubat

Jika tidak selesainya jarimah itu karena terpaksa maka pelaku tetap harus dikenakan hukuman, selama perbuatannya berkategorikan maksiat. Demikian pula halnya dengan tidak menyelesaikan jariamah karena kehendak sendiri tetapi bukan karena taubat.

Apabila tidak selesainya kejahatan itu disebabkan pelakunya bertaubat, para ulama berbeda pendapat:

1.      Imam Abu Hanifah, Imam Malik, Imam Syafi’I, dan Imam Ahmad berpendapat bahwa taubat itu tidak menghapuskan hukuman

لقد تاب توبة لوقسمت علي سبعين من اهل المدينة لو سعتهم

“Sesungguhnya ia telah taubat dan andaikata taubatnya dibagikan kepada tujuh puluh orang penduduk Madinah akan mencukupi”.

2.      Sebagian Syafi’iyyah menyatakan bahwa taubat dapat menghapuskan hukuman.

فمن تاب من بعد ظلمه واصلح فان الله يتوب عليه ان الله غفور رحيم (المائدة :٣٩)

sumber :

 

PENGERTIAN DAN PEMAHAMAN ETIKA DAN PROFESI

PENGERTIAN DAN PEMAHAMAN ETIKA DAN PROFESI

Istilah Etika berasal dari bahasa Yunani, “ethos” yang artinya cara berpikir, kebiasaan, adat, perasaan, sikap dll. Dalam Kamus Bahasa Indonesia, ada 3 (tiga) arti yang dapat dipakai untuk kata Etika antara lain  Etika sebagai sistem nilai atau sebagai nilai-nilai atau norma-norma moral yang menjadi pedoman bagi seseorang atau kelompok untuk bersikap dan bertindak. Etika juga bisa diartikan sebagai kumpulan azas atau nilai yang berkenaan dengan akhlak atau moral. Selain itu, Etika bisa juga diartikan sebagai ilmu tentang yang baik dan yang buruk yang diterima dalam suatu masyarakat, menjadi bahan refleksi yang diteliti secara sistematis dan metodis.

Dengan demikian etika adalah norma-norma sosial yang mengatur perilaku manusia secara normatif tentang apa yang harus dilakukan dan apa yang tidak harus dilakukan, merupakan pedoman bagi manusia untuk berperilaku dalam masyarakat. Norma-norma sosial tersebut dapat dikelompokkan dalam hal yaitu norma kesopanan atau etiket, norma hukum dan norma moral atau etika. Etiket hanya berlaku pada pergaulan antar sesama, sedang etika berlaku kapan saja, dimana saja, baik terhadap orang lain maupun sedang sendirian.

Etika dalam sebuah profesi disusun dalam sebuah Kode Etik.  Dengan demikian Kode Etik dalam sebuah profesi berhubungan erat dengan nilai sosial manusia yang dibatasi oleh norma-norma yang mengatur sikap dan tingkah laku manusia itu sendiri, agar terjadi keseimbangan kepentingan masing-masing di dalam masyarakat. Jadi norma adalah aturan atau kaidah yang dipakai untuk menilai sesuatu. Paling sedikit ada tiga macam norma sosial yang menjadi pedoman bagi manusia untuk berperilaku dalam masyarakat, yaitu norma kesopanan atau etiket, norma hukum dan norma moral atau etika. Etika atau sopan santun, mengandung norma yang mengatakan apa yang harus kita lakukan. Selain itu baik etika maupun etiket mengatur perilaku manusia secara normatif, artinya memberi norma bagi perilaku manusia. Dengan demikian keduanya menyatakan apa yang harus dilakukan dan apa yang tidak harus dilakukan.[1]

Rumusan konkret dari sistem etika bagi profesional dirumuskan dalam suatu kode etik profesi yang secara harafiah berarti etika yang dikodifikasi atau, bahasa awamnya, dituliskan. Bertens menyatakan bahwa kode etik ibarat kompas yang memberikan atau menunjukkan arah bagi suatu profesi dan sekaligus menjamin mutu moral profesi itu di dalam masyarakat.

Kode Etik dan Pedoman Perilaku

Keluhuran martabat dan perilaku hakim, jaksa, polisi dan advokat  adalah menjaga martabat bangsa, dan menghadapi musuh yang sama pula yaitu siapa saja yang mengancam kehormatan dan martabat penjaga dan penegak keadilan . Secara Garis besarnya Upaya ini merupakan  perminta Komisi Yudisial  kepada Kepolisian agar responsif menjaga persidangan dan menjamin rasa aman hakim, meminta Pemerintah meningkatkan kesejahteraan hakim, meminta semua pihak menghormati persidangan, hal ini merupakan bagian dari upaya Komisi Yudisial menjaga kehormatan dan keluhuran martabat hakim.Dalam konteks sempit, pengawasan dalam rangka menjaga dan menegakkan kehormatan hakim sebagaimana yang telah disebutkan pada UUD 1945, UU No. 22 tahun 2004;UU No. 48 Tahun 2009; UU No. 49 Tahun 2009 dan UU 3 tahun 2009, dibangun dengan asumsi asumsi bahwa ancaman atas kehormatan dan martabat hakim biasa datang dari hakim itu sendiri, baik karena kegagalan menjaga independensi,imparsialitas, profesionalitas, tidak cermat, dll. Hal ini merupakan acuan agar Pengadilan bersikap  mandiri, netral (tidak memihak), kompeten, transparan, akuntabel dan berwibawa,yang mampu menegakkan wibawa hukum, pengayoman hukum, kepastian hukum dan keadilan dan hal ini  syaratan mutlak dalam sebuah negara yang berlandaskan hukum.

sumber :