ANJURAN SHALAT PADA MALAM LAILATUL QADAR

ANJURAN SHALAT PADA MALAM LAILATUL QADAR

ANJURAN SHALAT PADA MALAM LAILATUL QADAR

ANJURAN SHALAT PADA MALAM LAILATUL QADAR
ANJURAN SHALAT PADA MALAM LAILATUL QADAR

Bismillahirrahmanirrahim

Hadits-Hadits

حدثنا علي بن عبد الله حدثنا سفيان قال حفظناه وإنما حفظ من الزهريعن أبي سلمة عن أبي هريرة رضي الله عنه عن النبي صلى الله عليه وسلم قال من صام رمضان إيمانا واحتسابا غفر له ما تقدم من ذنبه ومن قام ليلة القدر إيمانا واحتسابا غفر له ما تقدم من ذنبه تابعه سليمان بن كثير عن الزهري

Artinya : Telah menceritakan kepada kami ‘Ali bin ‘Abdullah, telah menceritakan kepada kami Sufyan berkata, kami telah menghafal darinya, dia menghafalnya, dari Az Zuhriy, dari Abu Salamah, dari Abu Hurairah radliallahu ‘anhu, dari Nabi saw bersabda : Barangsiapa yang melaksanakan shaum Ramadhan karena iman kepada Allah dan mengharapkan pahala (hanya dari-Nya) maka akan diampuni dosa-dosa yang telah dikerjakannya, dan barangsiapa yang menegakkan lailatul qadar karena iman kepada Allah dan mengharapkan pahala (hanya dari-Nya) maka akan diampuni dosa-dosa yang telah dikerjakannya. Hadits ini dikuatkan pula oleh Sulaiman bin Katsir, dari Az-Zuhriy. (HR. Bukhari No. 1910)

وحدثنا عبد بن حميد أخبرنا عبد الرزاق أخبرنا معمر عن الزهري عن أبي سلمة عن أبي هريرة قال كان رسول الله صلى الله عليه وسلم يرغب في قيام رمضان من غير أن يأمرهم فيه بعزيمة فيقول من قام رمضان إيمانا واحتسابا غفر له ما تقدم من ذنبه

Artinya : Telah menceritakan kepada kami ‘Abdu bin Humaid, telah mengabarkan kepada kami Abdurrazaq, telah mengabarkan kepada kami Ma’mar, dari Az-Zuhri, dari Abu Salamah, dari Abu Hurairah, ia berkata : Rasulullah saw memberikan motivasi untuk mengerjakan (shalat pada malam) Ramadlan dengan tidak mewajibkannya. Beliau bersabda : Barangsiapa yang menunaikan (shalat pada malam) Ramadlan dengan penuh keimanan dan mengharap (pahala dari Allah), maka dosa-dosanya yang telah berlalu akan diampuni. (HR. Muslim No. 759)

حدثنا هناد حدثنا عبدة والمحاربي عن محمد بن عمرو عن أبي سلمة عن أبي هريرة قال قال رسول الله صلى الله عليه وسلم من صام رمضان وقامه إيمانا واحتسابا غفر له ما تقدم من ذنبه ومن قام ليلة القدر إيمانا واحتسابا غفر له ما تقدم من ذنبه

Artinya : Telah menceritakan kepada kami Hannad, telah menceritakan kepada kami ‘Abdah dan Al-Muharibi, dari Muhammad bin Amru, dari Abu Salamah, dari Abu Hurairah dia berkata : Rasulullah saw bersabda : Barang siapa yang berpuasa Ramadlan dengan keimanan dan mengharap pahala dari Allah niscaya akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu, dan barang siapa yang shalat pada malam lailatul qadar niscaya akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. (HR. Abu Daud No. 683)

Yang dimaksud dengan keimanan adalah

keyakinan dengan benar terhadap kewajiban puasanya dan iman kepada Allah, dan meyakini bahwa hal itu merupakan taqarrub kepada Allah.

Sedangkan yang dimaksud dengan ihtisab adalah mengharapkan bahwa apa yang dilakukannya akan mendapat pahala dari Allah, dan tidak mengharapkan yang lainnya.

Maka dari itu, Shalat malam pada bulan Ramadhan yang tidak bertepatan dengan lailatul qadar dan tidak mengetahuinya, merupakan sebab diampunya dosa-dosa. Begitu pula shalat malam pada bulan Ramadhan yang bertepatan dan mengetahui lailatul qadar, itu merupakan sebab diampuni dosa-dosa, walau pun dia tidak shalat malam pada malam-malam lainnya.

Refrensi

Kitab Fathul Bari

قوله : ” احتسابا ” ؛ لأن الصوم إنما يكون لأجل التقرب إلى الله ، والنية شرط في وقوعه قربة . قال : والأولى أن يكون منصوبا على الحال . وقال غيره : انتصب على أنه مفعول له أو تمييز أو حال بأن يكون المصدر في معنى اسم الفاعل أي : مؤمنا محتسبا ، والمراد بالإيمان الاعتقاد بحق فرضية صومه ، وبالاحتساب طلب الثواب من الله تعالى .

Sumber: https://www.dutadakwah.org/