Pemanfaatan Firewall

Pemanfaatan Firewall

Pemanfaatan Firewall

Pemanfaatan Firewall
Pemanfaatan Firewall

Sebuah firewall mencegat dan mnegontrol trafik antarjaringan dengan tingkat kepercayaan (level of trust) yang berbeda-beda. Ia adalah bagian dari pertahanan garis depan dari suatu organisasi dan harus menjalankan aturan keamanan pada jaringan bersangkutan.
Dalam definisi Chesswivk dan Bellovin, ia menyadiakan sebuah jejak (trail) yang dapat ditelusuri. Firewall merupakan tempat yang cocok untuk mendukung autentifikasi pengguna yang kuat sebaik komunikasi privat antara dua firewall. Firewall juga merupakan tempat yang tepat untuk memfoskuskan keputusan tentangg keamanan dan untuk menjalankan aturan keamanan. Ia dapat mencatat aktivitas internetwork dan membatasi wilayah cakupan (exposure) dari sebuah organisasi (Chapman & Zuichi, 1995)

Wilayah cakupan yang rentan serangan disebut sebagai zona resiko. Apabila sebuah organisasi firewall (gambar 5.2), maka setiap host dalam jaringan privat dapat mengakses secara langsung setiap resource dalam internet. Dalam hal ini setiap host di internet dapat menyerang setiap host di jaringan privat. Mengurangi zona resiko adalah tindakan terbaik, dan sebuah firewall internetwork memungkinkan kita  untuk membatasi zona resiko (lihat gambar 5.3), zona resiko termassuk firewall itu sendiri, sehingga setiap host di internet dapat menyerang firewall. Dalam keadaan ini, setiap upaya serangan akan terpusat di satu titik, dan karenanya lebih mudah untuk dikontrol.

Namun demikian bukan berarti bahwa firewall bisa sepenuhnya diandalkan dalam urusan keamanan. Firewall tidak dapat membaca pikiran manusia atau mendeteksi paket data dengan muatan yang tidak semestinya. Firewall juga tidak dapat melindungi serangan yang berasal dari dalam (insider attack), walaupun ia masih bisa mencatat aktivitas jaringan apabila si penyerang menggunakan gateway untuk melaksanakan aksinya. Firewall juga tidak bisa melindungi koneksi yang tidak melaluinya. Dengan kata lain, apabila sesorang terkoneksi ke internet melalui modem dan saluran telepon, maka tidak ada yang bisa dilakukan oleh firewall. Firewall juga hanya menyediakan sedikit proteksi untuk jenis serangan yang sebelumnya belum dikenal, dan bahkan proteksi yang sangat buruk terhadap serangan virus komputer.

Baca Juga :

Sistematika Pembuatan Proposal

Sistematika Pembuatan Proposal

Sistematika Pembuatan Proposal

Sistematika Pembuatan Proposal
Sistematika Pembuatan Proposal

1. Pendahuluan

a. Berisi tentang hal­hal dan kondisi umum yang melatarbelakangi dilaksanakan kegiatan tersebut.
b.Hubungan kegiatan tersebut dalam kehidupan sehari­hari(nyata)
c.Point­point pembahasan pada pendahuluan ini, mengacu pada komponen S­W­O­T yang telah dibahas sebelumnya.
2. Dasar Pemikiran
a. Berisi tentang dasar yang digunakan dalam pelaksanaan, misalnya: Tri Darma Perguruan Tinggi, program kerja pengurus dan lain­lain
b. Jika kegiatan tersebut bukan dari organisasi, maka didasarkan secara umum, misalnya : Peraturan Pemerintah No sekian
3. Tujuan
a. Tujuan yang ingin dicapai dalam kegiatan tersebut ( umum dan khusus)
b. Tentukan juga keluaran ( output ) yang dikehendaki seperti apa
Contoh :
Memperoleh kader­kader KMHDI
Memberi pengetahuan manajerial dan leadership bagi calon anggota KMHDI
4. Tema
Tema yang diangkat dalam kegiatan tersebut
5. Jenis Kegiatan
a. Diperlukan untuk menjelaskan rangkaian kegiatan yang akan dilaksanakan jika kegiatannya lebih dari satu,
b. Menjelaskan bentuk dari kegiatan tersebut. Misal: berupa Seminar, Pelatihan, penyampain materi secara lisan, Tanya jawab dan simulasi dll.
6. Target
Berisi uraian yang lebih terperinci dari Tujuan (Point 3) terutama mengenai ukuran­ukuran yang digunakan sebagai penilaian tercapai atau tidaknya tujuan.
Contoh :
Target acara ini adalah untuk mencetak minimal 25 orang pelatih KMHDI yang masing­masing diantaranya, memiliki kemampuan yang sesuai dengan standar yang Buku Pedoman Kaderisasi Jilid I KMHDI, dan setiap pelatih tersebut memiliki nilai rata­rata diatas 7 (dengan range 10) dalam setiap materi pelatihan.
7. Sasaran/Peserta
Menjelaskan tentang objek atau siapa yang akan mengikuti kegiatan tersebut ( atau lebih kenal dengan peserta)
8. Waktu dan Tempat Pelaksanaan
Tentukan dimana, hari, tanggal, bulan, tahun serta pukul berapa akan dilaksanakan kegiatan tersebut.
9. Anggaran Dana
Dalam anggaran disini, hanya disebutkan jumlah total pemasukan dan pengeluaran yang diperkirakan oleh panitia, sedangkan rinciannya dibuat dalam lampiran tersendiri
10. Susunan Panitia
Dalam halaman atau bagaian susuna panitia, biasanya hanya ditulis posisi yang penting­penting saja, seperti Pelindung Kegiatan, Ketua panitia, Streering Commite dll, sedangkan kepanitian lengkap dicantumkan dalam lampiran.
11. Jadwal Kegiatan
a. Dibuat sesuai dengan perencanaan dalam kalender Kegiatan yang telah disusun sebelumnya
b. Atau bisa juga ditulis terlampir, jika jadwalnya banyak.
12. Penutup
a. Berisi tentang harapan yang ingin dicapai dan mohon dukungan bagi semua pihak.
b. Ditutup dengan lembar pengesahan proposal
c. Terakhir, diikuti dengan lampiran

Jenis-jenis Proposal

Jenis-jenis Proposal

Jenis-jenis Proposal

Jenis-jenis Proposal
Jenis-jenis Proposal

1. Proposal Penelitian Pengembangan
Kegiatan yang menghasilkan rancangan atau produk yang dapat dipakai untuk memecahkan masalah-masalah aktual. Dalam hal ini, kegiatan pengembangan ditekankan pada pemanfaatan teori-teori, konsep-konsep, prinsip-prinsip, atau temuan-temuan penelitian untuk memecahkan masalah.

Skripsi, tesis, dan disertasi yang ditulis berdasarkan hasil kerja pengembangan menuntut format dan sistematika yang berbeda dengan skripsi, tesis, dan disertasi yang ditulis berdasarkan hasil penelitian, karena karakteristik kegiatan pengembangan dan kegiatan penelitian tersebut berbeda.

Kegiatan penelitian pada dasarnya berupaya mencari jawaban terhadap suatu permasalahan, sedangkan kegiatan pengembangan berupaya menerapkan temuan atau teori untuk memecahkan suatu permasalahan.

2. Proposal Penelitian Kajian Pustaka
Telaah yang dilaksanakan untuk memecahkan suatu masalah yang pada dasarnya bertumpu pada penelaahan kritis dan mendalam terhadap bahan-bahan pustaka yang relevan. Telaah pustaka semacam ini biasanya dilakukan dengan cara mengumpulkan data atau informasi dari berbagai sumber pustaka yang kemudian disajikan dengan cara baru dan atau untuk keperluan baru.

Dalam hal ini bahan-bahan pustaka itu diperlukan sebagai sumber ide untuk menggali pemikiran atau gagasan baru, sebagai bahan dasar untuk melakukan deduksi dari pengetahuan yang sudah ada, sehingga kerangka teori baru dapat dikembangkan, atau sebagai dasar pemecahan masalah.

3. Proposal Penelitian Kualitatif
Penelitian yang dimaksudkan untuk mengungkapkan gejala secara holistik-kontekstual melalui pengumpulan data dari latar alami dengan memanfaatkan diri peneliti sebagai instrumen kunci. Penelitian kualitatif bersifat deskriptif dan cenderung menggunakan analisis dengan pendekatan induktif. Proses dan makna (perspektif subyek) lebih ditonjolkan dalam penelitian kualitatif.

Ciri-ciri penelitian kualitatif mewarnai sifat dan bentuk laporannya. Oleh karena itu, laporan penelitian kualitatif disusun dalam bentuk narasi yang bersifat kreatif dan mendalam serta menunjukkan ciri-ciri naturalistik yang penuh keotentikan.

4. Proposal Penelitian Kuantitatif
Suatu penelitian yang pada dasarnya menggunakan pendekatan deduktif-induktif. Pendekatan ini berangkat dari suatu kerangka teori, gagasan para ahli, ataupun pemahaman peneliti berdasarkan pengalamannya, kemudian dikembangkan menjadi permasalahan-permasalahan beserta pemecahan-pemecahannya yang diajukan untuk memperoleh pembenaran (verifikasi) dalam bentuk dukungan data empiris di lapangan.

Sumber : https://uptodown.co.id/

PPDB Jawa Barat, Tanpa Sistem “Down”

PPDB Jawa Barat, Tanpa Sistem Down

PPDB Jawa Barat, Tanpa Sistem “Down”

PPDB Jawa Barat, Tanpa Sistem Down
PPDB Jawa Barat, Tanpa Sistem Down

Pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Jawa Barat 2018

berjalan lancar. Dari sisi information technology (IT) pun dapat dipastikan tidak ada sistem “down”. Hal ini disampaikan oleh Koordinator Tim IT PPDB Jawa Barat, Nono Suwarno. Walaupun sempat dikeluhkan verifikasi data melalui aplikasi PPDB sedikit lambat, Nono mengatakan hal tersebut dikarenakan sekolah lebih berhati-hati dalam proses upload data pendaftar.
“Tahun ini sekolah lebih berhati-hati dalam memproses data pendaftar, sehubungan dengan adanya beberapa pilihan jalur baru dan tuntutan sistem untuk mengentri data pendaftar dengan benar. Sehingga proses verifikasi lebih lama,” ujar Nono pada Kamis, 7 Juni 2018.

 

Verifikasi data pendaftar yang melalui aplikasi bertujuan

untuk memastikan data yang calon peserta didik berikan akurat. data pendaftar yang akan akan terverifikasi merupakan data pendaftar yang sudah lengkap. Setelah melakukan pendaftaran, calon peserta didik baru dapat melihat data mereka di website resmi kurang lebih satu jam setelahnya.

 

Reload data webnya setiap 1 jam. Bahkan sekarang data pendaftar yg udah tampil di web 90.000 lebih,” ujar Nono.

Sementara itu, sampai hari ketiga, terdapat 87.209 pendaftar PPDB

Jawa Barat dengan rincian sebagai berikut. Jumlah pendaftar PPDB jenjang SMA dengan jalur Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) sebanyak 21 pendaftar, jalur Keluarga Ekonomi Tidak Mampu (KETM) sebanyak 19.599, jalur Penghargaan Maslahat Guru (PMG) sebanyak 3.272, jalur Prestasi sebanyak 4.878 pendaftar, dan jalur Warga Penduduk Setempat (WPS) sebanyak 26.951. Jumlah keseluruhuan pendaftar jenjang SMA adalah 54.721 pendaftar.

Sedangkan untuk jumlah pendaftar PPDB jenjang SMK dengan jalur ABK sebanyak 10 pendaftar, jalur KETM sebanyak 20.351 pendaftar, jalur PMG sebanyak 597 pendaftar, jalur Prestasi sebanyak 1.862 pendaftar, dan jalur WPS sebanyak 9.668 pendaftar. Jumlah pendaftar jenjang SMK adalah 32.488 pendaftar.***

 

Baca Juga :

Mekanisme Laporan Pengaduan pada PPDB 2018

Mekanisme Laporan Pengaduan pada PPDB 2018

Mekanisme Laporan Pengaduan pada PPDB 2018

Mekanisme Laporan Pengaduan pada PPDB 2018
Mekanisme Laporan Pengaduan pada PPDB 2018

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2018 dimulai pada 4 Juni 2018.

Ketua Panitia Pelaksanaan PPDB Jawa Barat, Firman Adam mengatakan, PPDN merupakan kepentingan publik yang harus diketahui secara luas tata cara pelaksanaannya oleh masyarakat. Terutama masyarakat yang akan meneruskan sekolah ke jenjang SMA/SMK/SLB.

“Ada beberapa jalur PPDB yang akan dilakukan pada tanggal 4. Mudah-mudahan sosialisasi yang sudah dilakukan jauh hari ini dapat tersampaikan. Kita ingin masyarakat betul-betul mengetahui dan memahami PPDB tahun ini, dan dapat mengaplikasikannya,” ujarnya saat menjadi narasumber dalam Jumpa Pers Sosialisasi PPDB sekaligus buka bersama, di Roemah Nenek Resto & Cafe, Jalan Tm Cibeunying Selatan, Kota Bandung, Jawa Barat No.47, pada Kamis, 31 Mei 2018.

Firman mengatakan, untuk menghadapi permasalahan PPDB

, timnya telah membuat Helpdesk untuk membantu permasalahan di sekolah. Selain itu, ada pula tim pengaduan pelaksanaan PPDB yang dapat digunakan oleh calon peserta didik, orang tua calon peserta didik, panitia PPDB atau masyarakat lainnya.

Laporan Pengaduan dapat berupa administratif atau teknis

penyelenggaraan PPDB. Pengaduan administratif terkait dengan dokumen persyaratan pendaftaran PPDB. Pengaduan teknis penyelenggaraan PPDB terkait dengan sistem IT meliputi proses input dan upload data. Laporan pengaduan disampaikan dengan ketentuan sebagai berikut:

  1. Pelapor adalah orang tua calon peserta didik yang memiliki identitas jelas dengan melampirkan Kartu Tanda Penduduk atau panitia PPDB dari satuan pendidikan atau cabang dinas;
  2. Laporan harus objektif, transparan, dan akuntabel dituliskan pada format yang disediakan, disertai bukti fisik kejadian pelanggaran;
  3. Pelaporan pengaduan dilakukan satu pintu mengikuti alur mekanisme pengaduan PPDB;
  4. Pelaporan/pengaduan disampaikan kepada tim pengawasan dan pengaduan PPDB secara bertahap dengan alur mekanisme mulai dari tingkat satuan pendidikan, cabang dinas pendidikan di wilayah dan Dinas Pendidikan Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat; dan
  5. Saksi dan Pelapor dilindungi oleh Undang-Undang.

Selain itu, laporan pengaduan harus dilakukan melalui mekanisme yang diatur dalam petunjuk teknis PPDB 2018.  Laporan pengaduan tersebut dapat disampaikan langsung ke panitia penyelenggara PPDB sesuai permasalahan, atau melalui kanal beberapa media, yaitu:

a. laman: ppdb.disdik.jabarprov.go.id

b. email: ppdb@disdik.jabarprov.go.id

c. facebook: @DisdikJabar

d. twitter: @disdik_jabar

e. instagram: @disdikjabar

Alur Mekanisme Pengaduan

  1. Pengaduan berupa administrasi dokumen persyaratan PPDB disampaikan langsung calon peserta didik atau pihak pendaftar atau  orang tua peserta didik kepada panitia di tingkat satuan pendidikan yang dituju untuk ditindaklanjuti di tingkat satuan pendidikan.
  2. Pengaduan teknis terkait proses input data atau sistem aplikasi  disampaikan operator input data di tingkat satuan pendidikan kepada koordinator support center pengelola sistem IT tingkat Cabang Dinas wilayah untuk mendapat penyelesaian.
  3. Pengaduan teknis yang tidak dapat diselesaikan di tingkat cabang dinas, selanjutnya disampaikan panitia kepada tim support center pengelola sistem IT tingkat Provinsi Jawa Barat untuk ditindaklanjuti pihak terkait sesuai permasalahan.
  4. Pengaduan berupa pelanggaran pelaksanaan PPDB dapat disampaikan dengan ketentuan sebagai berikut:
  5. Pelanggaran dari pihak orang tua calon peserta didik, dilaporkan satuan pendidikan kepada pengawas pembina satuan pendidikan untuk ditindaklanjuti dan dikoordinasikan kepada cabang dinas pendidikan wilayah melalui kasi kepengawasan;
  6. Pelanggaran di tingkat satuan pendidikan ditindaklanjuti oleh pengawas pembina tingkat satuan pendidikan dan dikoordinasikan ke cabang dinas pendidikan wilayah melalui kasi kepengawasan; dan
  7. Pelanggaran di tingkat cabang dinas dilaporkan kepada panitia PPDB tingkat provinsi bagian pengawasan dan pengaduan untuk ditindaklanjuti di tingkat Daerah Provinsi Jawa Barat.  ***

 

 

Sumber :

https://fascinasiansblog.com/doa-sebelum-berangkat-kerja/

Perubahan Nama Sekolah Diperkirakan Juli

Perubahan Nama Sekolah Diperkirakan Juli

Perubahan Nama Sekolah Diperkirakan Juli

Perubahan Nama Sekolah Diperkirakan Juli
Perubahan Nama Sekolah Diperkirakan Juli

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Ahmad Hadadi mengatakan perubahan nama sekolah

menjadi nomenklatur hingga saat ini masih dirumuskan. Walaupun hingga kini banyak pihak yang menolak usulan tersebut, Hadadi mengatakan, perubahan nama bertujuan baik yaitu memberikan keseragaman nama sekolah.

“Sekarang hal tersebut merupakan kebutuhan, kebutuhan untuk menyeragamkan dan untuk ‘merapihkan’ dapodik (Data Pokok Pendidikan). Dengan pemberian nama berdasarkan urutan tahun kelahiran tersebut, pendataan akan lebih sistematis dan lebih tertib,” ujar Hadadi saat ditemui di ruangannya, Kantor Dinas Pendidikan Jawa Barat, Jalan Dr. Rajiman No. 6, Kota Bandung Jawa Barat, pada Senin, 28 Mei 2018.

Di tempat yang sama, Sekertaris Dinas Pendidikan Jawa Barat,

Firman Adam mengatakan, dari 27 Kabupaten/Kota terdapat beberapa kota yang nama sekolahnya sudah menerapkan sistem nomenklatur. Kota tersebut diantaranya Kota Bandung, Kota Cimahi, Kota Bogor, Kota Cirebon, Kota Sukabumi, Kota Bekasi dan lainnya. Sedangkan untuk kabupaten, hanya Kabupaten Garut.

“Hampir semua kota sudah menerapkan sistem tersebut. Sisanya banyak kabupaten yang belum menerapkan, dan ini nantinya akan disesuaikan. Penyesuaian tersebut kita juga mempertimbangkan kalender akademik,” ujar Firman.

Pertimbangan kalender akademik tersebut sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2014, tentang Pendoman Pendirian, Perubahan, dan Penutupan Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. Pada pasal 13 tentang Perubahan Satuan Pendidikan, berbunyi

“Penyelenggara satuan pendidikan yang melakukan perubahan nama

atau bentuk satuan pendidikan wajib menyelesaikan program yang sedang berjalan atau mengintegrasikan ke satuan pendidikan lain yang jenjang dan jenisnya sama”.

Firman mengatakan, rencananya pada Juli nanti akan perumusan nama sekolah tersebut akan dikoordinasikan dengan Pusat Data dan Statistik Pendidikan (PDSP) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Nantinya akan ada sosialisasi setelah nama-nama tersebut disahkan.

“Nanti didiskusikan dengan PDSP, karena mereka yang menentukan,” jelas Firman.***

 

Sumber :

https://icanhasmotivation.com/sejarah-olahraga-lompat-jauh/

Pantau PPDB di Daerah, Wagub Adakan Konferensi Video

Pantau PPDB di Daerah, Wagub Adakan Konferensi Video

Pantau PPDB di Daerah, Wagub Adakan Konferensi Video

Pantau PPDB di Daerah, Wagub Adakan Konferensi Video
Pantau PPDB di Daerah, Wagub Adakan Konferensi Video

Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Barat (Jabar), Uu Ruzhanul Ulum memantau pelaksanaan

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2019 melalui konferensi video yang dilangsungkan di Command Center Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Teknologi Informasi dan Komunikasi (Tikomdik) Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Barat (Jabar), Jln. Dr. Radjiman No. 6, Kota Bandung, Senin (17/6/2019).

Dalam konferensi video tersebut, Wagub didampingi Kadisdik Jabar, Dewi Sartika dan beberapa panitia PPDB tingkat provinsi. Sebanyak 66 sekolah mengikuti konferensi yang berlangsung interaktif itu.

Wagub memastikan, pelaksanaan PPDB 2019 di semua satuan pendidikan berjalan lancar

, dengan menanyakan berbagai aspek. Meliputi proses pelayanan, jumlah peserta yang telah mendaftar, dan persiapan bila ada pengaduan. “Kita coba memastikan pelaksanaan di daerah berjalan baik,” ucapnya.

Seorang peserta konferensi video, Kepala SMKN 1 Karawang, Agus Rahmawan menjelaskan,

pelaksanaan PPDB di sekolahnya hari ini berjalan lancar. Untuk mengantisipasi jumlah pendaftar yang membeludak, pihaknya selain mempersilakan pendaftar menempati ruang terbuka hijau di lingkungan sekolah, juga telah menyiapkan tenda sebagai sarana ruang tunggu.

“Kami telah menyiapkan 864 antrean dan setiap harinya bisa menginput data sebanyak 300 pendaftar,” ungkapnya.***

 

Baca Juga :

Jadwal Seleksi Sekolah Kedinasan

Jadwal Seleksi Sekolah Kedinasan

Jadwal Seleksi Sekolah Kedinasan

Jadwal Seleksi Sekolah Kedinasan
Jadwal Seleksi Sekolah KedinasaJadwal Seleksi Sekolah Kedinasann

Kepala Biro Hubungan Masyarakat Badan Kepegawaian Negara (BKN), Mohammad Ridwan

menyatakan bahwa calon mahasiswa baru di beberapa sekolah kedinasan yang dinyatakan lolos seleksi administrasi dapat mengikuti computer assisted test (CAT/ujian berbasis komputer) BKN.

“Sebanyak delapan instansi atau lembaga memberikan kesempatan kepada siswa lulusan sekolah menengah atas (SMA)/sederajat yang ingin melanjutkan studi ke sekolah-sekolah milik pemerintah,” katanya, Rabu (12/6/2019) seperti dilansir dari Kompas.com.

Ia menjelaskan, seleksi CAT BKN akan dilaksanakan di 14 kantor regional BKN dan 16 unit

pelaksana teknis (UPT) BKN. Walaupun begitu, terdapat beberapa sekolah kedinasan yang menyiapkan fasilitas secara mandiri. Sedangkan untuk soal, menggunakan seleksi kompetensi dasar (SKD) calon pegawai negeri sipil (CPNS) 2018 tingkat SMA.

“Sedangkan untuk Politeknik Keuangan Negara Sekolah Tinggi Akutansi Negara (PKN STAN),

seluruhnya memakai fasilitas mandiri milik STAN. Tetapi, sistem tetap memakai CAT BKN. Untuk Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), sebagian mandiri dan sebagian yang lain tetap di BKN,” ujarnya.

Beberapa sekolah kedinasan telah melakukan CAT pada Mei 2019, namun masih ada 6 instansi atau lembaga pemerintah yang akan menyelenggarakan tes. Berikut jadwal seleksi 6 sekolah kedinasan tersebut:

1.      Badan Siber dan Sandi Negara (Sekolah Tinggi Sandi Negara/STSN) pada 17 – 18 Juni 2019

2.      Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Poltekip/Poltekim) 18 – 22 Juni 2019

3.      Kementerian Dalam Negeri (Institut Pemerintahan Dalam Negeri/IPDN) 24 Juni – 1 Juli 2019

4.      Kementerian Keuangan (Politeknik Keuangan Negara STAN) 3 – 13 Juli 2019

5.      Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (Sekolah Tinggi Meteorologi Klimatologi Geofisika/STMKG) 9 – 13 Juli 2019

6.      Kementerian Perhubungan pada 1 – 3 Juli 2019 dan 22 – 23 Juli 2019

 

Sumber :

https://vidmate.co.id/

Panitia PPDB 2019 Gelar “Diskusi Publik Persiapan PPDB 2019”

Panitia PPDB 2019 Gelar Diskusi Publik Persiapan PPDB 2019

Panitia PPDB 2019 Gelar “Diskusi Publik Persiapan PPDB 2019”

Panitia PPDB 2019 Gelar Diskusi Publik Persiapan PPDB 2019
Panitia PPDB 2019 Gelar Diskusi Publik Persiapan PPDB 2019

Panitia Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2019 Jawa Barat menggelar

‘Diskusi Publik Persiapan PPDB 2019″ di Hotel Holiday Inn, Jln. Dr. Djunjunan No. 96, Kota Bandung, Rabu (12/6/2019). Diskusi dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Jawa Barat (Jabar), Dewi Sartika dan dihadiri berbagai stakeholder pendidikan di Jabar.

Kadisdik menjelaskan, persiapan PPDB 2019 telah mencapai tahap akhir. Setelah melalui tahap sosialisasi yang masih digencarkan, Disdik Jabar mendorong seluruh satuan pendidikan untuk melakukan simulasi pendaftaran PPDB di sekolah masing-masing. “Simulasi penting untuk mengukur kesiapan sekolah saat hari pendaftaran. Ini salah satu antisipasi agar saat pelaksanaan semuanya telah direncakan dengan matang,” ujarnya.

Mengingat cakupan provinsi yang luas, lanjut Kadisdik, pihaknya tak mungkin

bisa menyelesaikan semua permasalahan di lapangan tanpa bantuan seluruh panitia serta masukan dari para stakeholder pendidikan yang ada di Jabar. “Semoga di forum ini muncul ide-ide yang diciptakan bersama guna terselenggaranya PPDB yang kondusif dan berjalan sebaik-baiknya,” harapnya.

Perwakilan Ikatan Alumni (IKA) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Cecep Darmawan mengapresiasi Disdik Jabar yang mengambil langkah proaktif dalam proses persiapan PPDB tahun ini. Ia pun menilai baik seluruh regulasi PPDB yang terhimpun dalam petunjuk teknis. Namun, Cecep menegaskan harus ada konsistensi Disdik Jabar dalam proses implementasi ketentuan tersebut.

“Sebaik-baiknya peraturan adalah peraturan yang dilaksanakan dengan baik.

Karena, jika carut-marut dimulai dari sisi regulasi maka permasalahan akan melebar kemana-mana,” katanya.

Lebih jauh, Cecep berharap ada tindakan tegas terhadap oknum yang melanggar ketentuan PPDB 2019 saat proses pelaksanaaan. “Harus ada sanksi tegas. Jika hal itu bisa ditegakkan, Jabar bisa menjadi best practice sebagai zona integritas PPDB tahun ini,” pungkasnya.

Selain dihadiri Panitia PPDB 2019, diskusi tersebut juga dihadiri 22 organisasi pendidikan yang ada di Jabar. Antara lain, Asosiasi Ketua Komite SMA Provinsi Jawa Barat, Dewan Pendidikan Kota Bandung, IKA UPI Jabar, PGRI Jabar, Komunitas Peduli Pendidikan Jabar, dan Ikatan Guru Indonesia.***

 

Sumber :

https://daftarpaket.co.id/

Trik Memburu Sunset dan Sunrise Lewat Google

Trik Memburu Sunset dan Sunrise Lewat Google

Trik Memburu Sunset dan Sunrise Lewat Google

Trik Memburu Sunset dan Sunrise Lewat Google
Trik Memburu Sunset dan Sunrise Lewat Google

Mau tahu kapan matahari terbit atau terbenam di suatu wilayah? Google memiliki sebuah cara sederhana untuk melakukan itu.

Saat mengunjungi suatu wilayah, ada kalanya kita perlu tahu kapan waktu matahari terbit dan terbenam di tempat itu. Kegunaannya cukup banyak, misalnya untuk memperkirakan kapan waktu Subuh berakhir dan Maghrib dimulai bagi pemeluk agama Islam.

Fungsi lainnya, ini akan berguna sekali bagi mereka yang mau melakukan sesi pemotretan. Mengetahui kapan waktu matahari tenggelam untuk dijadikan latar akan sangat membantu dalam membuat rencana pergi ke lokasi.

Nah, lewat Google, hal itu bisa dilakukan dengan langkah mudah berikut ini:

  1. Buka Google.com
  2. Ketikkan “sunrise [nama kota]” (tanpa tanda kutip, ganti [nama kota] dengan kota yang diinginkan). Contohnya: “Sunrise Jakarta” akan memunculkan informasi waktu 5:49 pm ditambah keterangan ‘6 hours 58 minutes from now‘ di bawahnya
  3. Untuk waktu matahari terbenam, ganti “sunrise” dengan “sunset”

Baca Juga :